News

Satu Komando Lintas Banom, 400 Personel Siap Kawal Jalannya Munas-Konbes NU 2026

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

77Views

Kediri – Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 menyiagakan sedikitnya 400 personel pengamanan internal. Langkah ini diambil guna menjamin seluruh rangkaian acara berlangsung kondusif, tertib, dan tanpa hambatan. Skema pengamanan berlapis hingga empat ring akan diterapkan, didukung penuh oleh sinergi bersama TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan.
Kepastian ini disampaikan usai agenda Rapat Koordinasi (Rakor) final yang dirangkai dengan Apel Kesiapsiagaan Banser di kawasan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Selasa (16/6/2026).

Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Muchamad Nabil Haroen, menekankan bahwa paradigma pengamanan kali ini tidak sekadar berfokus pada proteksi fisik. Lebih dari itu, prioritas utama adalah memberikan pelayanan terbaik bagi para ulama, kiai, serta seluruh peserta yang hadir, “Dari jajaran internal NU, kami mengerahkan sekitar 400 personel keamanan,” tutur Nabil kepada awak media, Jumat (19/6/2026).
Sinergi Lintas Banom dan Pengetatan Akses
Ratusan personel tersebut merupakan gabungan dari berbagai Badan Otonom (Banom) NU, meliputi, GP Ansor dan Banser. Pagar Nusa dan Pasukan Inti. CBP IPNU dan KPP IPPNU, Garda Fatayat, serta unsur terkait lainnya.

Seluruh elemen ini bergerak dalam satu komando tunggal dengan mengedepankan tindakan yang humanis serta persuasif.
Selain aspek personel, panitia mengimplementasikan sistem proteksi empat ring yang memetakan wilayah dari radius luar hingga area inti steril. Sebagai instrumen penyaringan (screening), setiap peserta, peninjau, maupun tamu VIP wajib mengenakan kartu identitas resmi berbasis barcode untuk bisa mengakses lokasi, “Setiap peserta difasilitasi ID card ber-slorot barcode. Ini menjadi alat pemindai wajib saat memasuki area steril,” jelas Nabil.

Mengingat lokasi acara berada di area dengan akses jalan yang cukup padat, panitia intens melalukan koordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk merekayasa lalu lintas serta mengatur mobilisasi massa.
Sejauh ini, Nabil mengaku belum mendeteksi adanya indikasi gangguan keamanan yang krusial. Meski demikian, beragam skenario mitigasi risiko tetap disiagakan demi mengantisipasi segala kemungkinan.

Pada area utama, telah berdiri 16 pos pengamanan terpadu yang dijaga oleh kolaborasi personel Banom NU dan aparat penegak hukum. Pengawalan ekstra juga disiapkan pada sesi-sesi krusial yang dihadiri oleh pejabat negara serta tokoh penting nasional.

Pada sisi lain, beralih ke substansi forum, Nabil membocorkan salah satu topik yang diprediksi bakal memicu diskusi hangat, yakni usulan reformasi struktural organisasi. Salah satu poin utamanya menyangkut aspirasi agar badan otonom NU diberikan hak suara dalam forum Muktamar mendatang.


Sebagai informasi, Munas dan Konbes NU 2026 merupakan wadah permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar yang berfungsi merumuskan rekomendasi-rekomendasi strategis. Hingga konsolidasi terakhir, tercatat 30 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) telah mendaftarkan utusannya, dan panitia optimistis seluruh representasi daerah akan hadir penuh. (edp)

x