Kediri – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati (Mbak Wali) dan Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha (Gus Qowim) membuka Exhibition Museum 2025 digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri bertempat di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Jumat (29/8/2025) malam, berlangsung hingga Minggu (31/8/2025).
Mbak Wali mengungkapkan, acara ini diikuti 8 museum di Jawa Timur yakni Museum Ednografi dan Pusat Kajian Kematian (Unair Surabaya), Museum Song Terus, Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan di Kabupaten Pacitan, Museum Penataran Kabupaten Blitar. Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk, Museum Daerah Tulungagung, Museum Airlangga Kota Kediri, Museum Sri Aji Jayabaya Kabupaten Kediri, Museum Islam indonesia KH Hasyim Asy’ari Kabupaten Jombang.
“Mengusung beragam koleksinya di Taman Sekartaji ini sebagai sarana edukasi pada masyarakat khususnya generasi muda. Acara ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 1146 Kota Kediri dengan tema “Kolaborasi Menuju Kota Kediri Mapan”. Lebih dari itu, ada 6 komunitas pemerhati sejarah dan seni budaya dan kolektor pribadi yang juga akan berpartisipasi dalam acara ini,” katanya.
“Seperti edukasi mencanting dan mewarnai batik serta edukasi dari Omah Panji yang sudah diselenggarakan tadi sore. Lalu, ada membaca aksara kawi, dan kita juga berkesempatan menikmati koleksi foto Kediri tempo dulu, alat cetak buku lama, dan buku-buku cetakan Tan Khoen Swie Kediri,” sambungnya.
Mbak Wali berharap, adanya pameran ini bisa menjadi refleksi sekaligus motivasi bagi kita semua, khususnya generasi untuk makin semangat berkarya, berprestasi, dan menginspirasi. Karena, tidak menutup kemungkinan, kita akan menorehkan sejarah baru yang akan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.”
Semoga ke depan, pameran museum ini terus diminati oleh masyarakat luas, semakin meriah, dan menampilkan lebih banyak koleksi lagi,” pungkasnya.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachrie Ahmad menambahkan, maksud dan tujuan pameran bersama museum ini adalah menyebarluaskan informasi peninggalan arkeologis, nilai-nilai sejarah perjuangan dan seni kepada masyarakat, “Menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda. Meningkatkan peran serta lembaga-lembaga pendidikan dan kebudayaan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan,” imbuhnya.



























