Kediri – Pemenuhan gizi yang optimal pada masa balita bukan sekadar tentang menghilanghilangkan rasa lapar tanpa memperhatikan kandungannya, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas hidup mereka di masa depan. Beberapa manfaat yang akakn di dapatkan jika memperhatikan kandunga gizi pada anak ialah, fondasi kecerdasan dan fungsi otak, mendukung pertumbuhan fisik yang optimal, membangun sistem kekebalan tubuh, serta keseimbangan emosional dan perilaku. Pemenuhan gizi anak merupakan tanggungjawab bersama, termasuk pemerintahan. Maka untuk itu, pemerintah kota Kediri melalui Dinas Pedagangan dan Perindustrian (Disperdagin) mengadakan pelatihan Fortifakasi Tahun 2026.
Pelatihan Fortifikasi adalah sebuah program edukasi atau pembekalan teknis yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan mengenai proses penambahan mikronutrien (vitamin dan mineral) ke dalam bahan pangan pokok. Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam membangun ketahanan bangsa melalui jalur kesehatan pangan dengan pengolahan yang tepat, bahan pangan lokal pun dapat menjadi senjata utama dalam melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bertenaga. Pelatihan ini digelar mulai Senin (20/4/2026) hingga (24/4/2026) dengan mengusung tema “Optimalisasi Gizi dalam Menu Pendamping ASI dan Balita”. Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga dibekali bahan makanan untuk praktik langsung memasak resep yang telah diajarkan oleh para narasumber. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kader dalam menyusun menu bergizi bagi balita.
Materi pelatihan disampaikan oleh berbagai narasumber kompeten, di antaranya Dinas Kesehatan Kota Kediri terkait kelayakan pangan, dosen ahli gizi Universitas Negeri Surabaya mengenai gizi MPASI dan balita, dosen Universitas Islam Kadiri tentang kewirausahaan, serta sosialisasi halal oleh pendamping halal Kota Kediri.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, Moh. Ridwan, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kasus stunting di Kota Kediri. Melalui kegiatan ini, kader Posyandu diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua balita, untuk menyajikan menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), “Harapannya, balita di Kota Kediri dapat tumbuh sehat dan terhindar dari masalah kesehatan di masa depan,” ujarnya.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan peserta dari kelompok masyarakat desil 1–4 yang telah mengikuti pelatihan atau memiliki sertifikat agar ke depan mereka memiliki peluang mengakses bantuan modal usaha. Kader Posyandu juga diimbau untuk menggalakkan konsumsi ikan, mengingat tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri masih relatif rendah. Pelatihan ini turut memberikan edukasi tentang cara pengolahan ikan, khususnya ikan air tawar, secara tepat dan menarik.
Pelatihan ditutup dengan kompetisi mengolah bahan pangan antarpeserta yang terbagi ke dalam empat kelompok. Kegiatan yang diselenggarakan di Panti PKK Kota Kediri ini diikuti oleh 20 kader Posyandu dari berbagai wilayah di Kota Kediri. Pada akhir acara, seluruh makanan yang telah diolah dalam kompetisi tersebut dinlai oleh TP PKK Kota Kediri, Ning Faiqoh Azizah Muhamma, “Semuanya enak dan di luar dugaan saya. Saya kira hanya tampilannya yang menarik, ternyata rasanya juga luar biasa,” ungkapnya.
Ning Faiqoh berharap pelatihan ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Ia juga mendorong para kader untuk menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam peningkatan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kota Kediri. Dengan sinergi dan upaya berkelanjutan, diharapkan kualitas kesehatan generasi mendatang di Kota Kediri semakin meningkat.
Adapun hasil penilaian lomba memasak adalah sebagai berikut:
- Peringkat 1: Kelompok 4 (menu tartlet lurbekle)
- Peringkat 2: Kelompok 2 (menu abon lele)
- Peringkat 3: Kelompok 3 (menu kremesan hati ayam)
- Peringkat 4: Kelompok 1 (menu nugget ikan)




























