KesehatanPemerintahan

Langkah Dinkes Dalam Penanganan Stroke di Kota Kediri

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

127Views

Kediri – Guna mengantisipasi tren kenaikan kasus stroke dan hipertensi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menggelar On The Job Training (OJT) Penanganan Stroke bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pelatihan yang berlangsung pada 22–24 Juni 2026 di salah satu hotel di Kota Kediri ini melibatkan para dokter, perawat, serta pengelola program stroke dari seluruh puskesmas se-Kota Kediri.Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamidah, Sp.P, menegaskan bahwa puskesmas memegang peran vital sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Peningkatan kapasitas nakes di tingkat primer menjadi langkah krusial agar pertolongan awal bagi pasien stroke dapat berjalan lebih optimal.”Stroke tetap menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan risiko kematian tertinggi. Kondisi ini menuntut kesiapan kita dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat, mulai dari deteksi awal, pertolongan pertama, sistem rujukan, hingga fase rehabilitasi,” ujar dr. Hamidah.Kolaborasi Lintas Pakar SpesialisUntuk memberikan pemahaman yang komprehensif, agenda OJT ini menghadirkan jajaran narasumber ahli, di antaranya:• dr. Alfian, Sp.N (Spesialis Saraf RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri)• dr. Indrawan Tri Purnomo, Sp.N (Spesialis Saraf RS Bhayangkara Kediri)• dr. Rr. Hessi Harisawati, M.Kes., Sp.GK (Spesialis Gizi Klinik RSUD Gambiran Kota Kediri)• Dinas Kesehatan Provinsi Jawa TimurMateri yang dibahas mencakup penajaman kemampuan deteksi gejala dini, tata laksana kedaruratan, mekanisme rujukan, hingga manajemen gizi khusus—termasuk pola makan yang dianjurkan dan dilarang bagi pasien pasca-stroke selama masa pemulihan.Alur Penanganan Pasien StrokeDalam pelatihan ini, nakes kembali diingatkan mengenai pemisahan alur penanganan berdasarkan kondisi klinis pasien:1. Pasien Tidak Sadarkan Diri / Jatuh Mendadak: Harus segera dilarikan langsung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tanpa perlu mencari rujukan ke puskesmas terlebih dahulu.2. Pasien Sadar dengan Gejala Parsial: Jika pasien mengeluhkan tubuh lemas sebelah, mulut asimetris (mencong), atau tekanan darah tidak stabil namun kesadaran masih baik, pasien diarahkan ke puskesmas terlebih dahulu untuk mendapatkan tindakan awal.Fokus pada Promotif dan PreventifSelain penanganan klinis, Dinkes Kota Kediri mendorong seluruh nakes untuk memperketat lini pencegahan. Mengingat stroke kerap dipicu oleh komorbid seperti diabetes melitus dan hipertensi, edukasi masif kepada masyarakat menjadi kunci utama.Melalui optimalisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining faktor risiko secara berkala di lapangan, kasus-kasus potensial diharapkan dapat ditemukan lebih cepat. Implementasi hasil OJT ini diharapkan mampu menciptakan sistem penanganan stroke yang lebih cepat, tepat, dan terintegrasi di seluruh wilayah Kota Kediri. (edp)

x