Budaya

Gaya Nyentrik Komunitas Kojek, Hidupkan Tren Busana Lawas Lewat Alunan Orkes “ODGJ” Kediri

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

323Views

Kediri – Jika mendengar singkata ODGJ, mayoritas masyarakat secara spontan akan mengosiasikannya dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa. Namun, di Kediri, stigma kata tersebut seketika luruh dan berubah menjadi gelak tawa serta kemeriahan yang diciptakan oleh musisi-musisi kreatif. ODGJ yang satu ini merupakan sebuah kelompok musik unik bernama “Orkes Dangdut Dengan Gaya Jadul.

Eksis dan konsisten mewarnai panggung hiburan sejak 17 tahun yang lalu, ODGJ telah berhasil membangun ruang nostalgia tersendiri bagi para pencinta musik melayu klasik. Konsistensi mereka dalam merawat musik lawas tidak hanya sekadar menjadi media hiburan, tetapi juga menjelma sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi masa kini untuk mengenal akar musik dangdut tanah air.

Daya tarik orkes ini bahkan telah melahirkan sebuah ekosistem komunal yang solid. Para penggemar setianya kini berhimpun dalam sebuah wadah resmi bernama Kojek, singkatan dari Komunitas Jadul Kediri. Kehadiran komunitas ini membuktikan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, melainkan juga sebagai pemersatu dan ruang silaturahmi yang produktif bagi lintas generasi di Kediri.

Ketua KOJEK Sakti Sulistyo Wicaksono, mengatakan KOJEK yang telah berdiri selama 1 tahun ini, selalu hadir di setiap event tempat ODGJ untuk mengingat kembali lagu-lagu masa tahun 1970-1990, “karena orkes gaya jadul itu kita juga mengingat masa-masa lalu, jadi lagunya jadul itu kembali ke tahun 70’an, ke 80’an, dan 90’an. Jadi inspirasi untuk kita kembali ke masa lalu”, ujarnya. (27/5/2026)

Sakti menambahkan, komunitas yang memiliki anggota 300 orang dari berbagai usia ini memiliki keunikan yaitu berpenampilan nyentrik dengan gaya pakaian yang tren pada tahun 1970-1990,”karena kita berpakaian jadul dan orang itu pasti merasa kok bagus ya berpakaian seperti itu dan kembali lagi ke masa lalu dan anggota kita kebanyakan orang tua, dan banyak anak muda juga. Kita bisa menarik teman-teman itu waktu kita di acara, kita berpakaian, dan mereka menonton, dan mereka merasa kok asik, jadi akhirnya dia mengikuti kita”, paparnya. (edp)

x