Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Festival Kali Brantas V yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nusantara PGRI Kediri, Sabtu (11/7/2026). Festival yang telah memasuki tahun kelima ini mengusung tema “Merajut Cinta untuk Melestarikan Eksotika Keberagaman Budaya Indonesia” dengan menghadirkan pertunjukan drama tari Calon Arang hasil kolaborasi mahasiswa bersama berbagai sanggar seni di Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali mengapresiasi keluarga besar Universitas Nusantara PGRI Kediri yang terus konsisten menyelenggarakan Festival Kali Brantas sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus media pembelajaran bagi mahasiswa.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada keluarga besar Universitas Nusantara PGRI Kediri yang telah secara konsisten menghadirkan Festival Kali Brantas. Ini sudah tahun kelima. Tidak mudah menjaga konsistensi sebuah festival, tetapi Universitas Nusantara PGRI Kediri berhasil membuktikannya dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Mbak Wali juga memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, kreativitas, serta melakukan kajian ilmiah sebagai dasar penyelenggaraan festival. Menurutnya, Festival Kali Brantas menjadi ruang belajar sekaligus ruang berekspresi yang mampu mengenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya yang dimiliki Kota Kediri.
Ia menilai konsep pembelajaran yang diterapkan Program Studi PGSD sangat relevan karena seni pertunjukan tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui sebuah festival yang dapat dinikmati masyarakat.
“Ini adalah bentuk nyata hadirnya perguruan tinggi dalam menjalankan perannya, bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga sebagai agen pelestarian budaya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Mbak Wali juga menyoroti kisah Calon Arang yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah budaya Kediri. Menurutnya, kisah yang berasal dari Kediri itu telah berkembang luas, termasuk di Pulau Bali dalam berbagai bentuk seni pertunjukan. Karena itu, masyarakat perlu mengenal, memahami, sekaligus melestarikannya sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
“Kita juga harus memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita Calon Arang sekaligus memperkuat positioning sejarah yang dimiliki Kota Kediri,” jelasnya.
Mbak Wali menambahkan, penyelenggaraan Festival Kali Brantas V semakin istimewa karena berlangsung pada bulan yang sama dengan peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147. Ia berharap budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga dipelajari dan dikenalkan kepada generasi muda melalui cara-cara kreatif yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Saya berharap Festival Kali Brantas tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terus berkembang menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, seniman, budayawan, komunitas, dan masyarakat. Semoga festival ini mampu melahirkan semakin banyak karya seni berkualitas serta memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia, khususnya budaya yang ada di Kota Kediri,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri, Zainal Afandi, menjelaskan Festival Kali Brantas berawal dari gelar karya mahasiswa PGSD pada mata kuliah seni pertunjukan. Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut terus dikembangkan hingga menjadi festival tahunan yang mengangkat seni dan budaya khas Kediri.
Menurutnya, pada Festival Kali Brantas V ini, pementasan utama berupa Drama Tari Calon Arang diperankan oleh mahasiswa Program Studi PGSD. Sementara rangkaian pertunjukan lainnya melibatkan berbagai sanggar tari di Kota Kediri. Seluruh mahasiswa PGSD yang berjumlah sekitar 250 orang turut berpartisipasi, baik sebagai penampil, pengelola acara, maupun panitia, sehingga festival ini menjadi wadah pembelajaran yang melibatkan seluruh mahasiswa secara aktif.
Festival Kali Brantas V dimeriahkan dengan penampilan spesial Drama Tari Calon Arang hasil kolaborasi mahasiswa PGSD dan SD Lab Universitas Nusantara PGRI Kediri bersama Sanggar Sekar Arum, Sanggar Griya Kencana, Sanggar Gantari, Sanggar Jaya Dwipa, Komunitas Dewa Sakti Indonesia, Reog Ponorogo, serta Barongsai.
Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Khusnul Arif, Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri Zainal Afandi, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Zachrie Achmad, tim produksi Festival Kali Brantas V Universitas Nusantara PGRI Kediri, mahasiswa dan keluarga besar Universitas Nusantara PGRI Kediri, para seniman dan sanggar tari, serta masyarakat yang memadati lokasi festival. (mmp)



























