Kediri – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei merupakan salah satu tonggak sejarah paling krusial bagi bangsa Indonesia. Momen ini menandai lahirnya kesadaran nasional untuk berjuang merebut kemerdekaan secara terorganisir dan modern, meninggalkan pola perjuangan lama yang masih bersifat kedaerahan. Dengan membawa semangat yang sama, pemerintah kota Kediri memperingati Harkitnas dengan menggelar upacara di halaman Balai Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Mbak Wali menyampaikan tantangan bangsa saat ini telah bergeser. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah, maka kini bangsa Indonesia juga menghadapi tantangan menjaga kedaulatan informasi dan ruang digital. Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat, derasnya arus informasi, serta berbagai ancaman di ruang digital seperti penyebaran hoaks, judi online, perundungan digital, hingga konten negatif dapat memengaruhi karakter generasi muda.
Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, Wali Kota Kediri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam semangat kebangkitan. ASN diminta menjadi teladan integritas dan pelayanan yang humanis, guru terus mendidik dengan hati dan keteladanan, orang tua hadir mendampingi anak-anak di tengah tantangan era digital, serta generasi muda terus belajar, berkarya, dan menjaga semangat persatuan serta cinta tanah air, “Harapan kita bersama, semoga Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat optimisme, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam membangun Kota Kediri yang semakin Mapan. Mari kita jaga tunas bangsa hari ini agar kelak mereka menjadi generasi yang mampu menjaga martabat, kemajuan, dan kedaulatan bangsa Indonesia”, paparnya.
Sejalan dengan itu, tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini yakni “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara” menegaskan bahwa menjaga generasi muda sama artinya dengan menjaga masa depan bangsa. Oleh karena itu, menjaga tunas bangsa juga berarti membekali mereka dengan literasi digital yang kuat, etika berinternet, serta kemampuan memilah informasi secara kritis. (edp)




























