Pemerintahan

Bantu Petani, Mas Dhito Gelontorkan Benih Jagung Senilai Rp19 Miliar

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

107Views

Kediri — Guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana merealisasikan bantuan benih jagung sebanyak 200 ton pada tahun 2026. Bantuan ini didistribusikan kepada 683 kelompok tani di 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri. Program bantuan benih senilai Rp19 miliar ini dialokasikan untuk mencakup area tanam seluas 13.300 hektare. Melalui program ini, Mas Dhito berharap dapat membantu para petani memangkas biaya operasional produksi.

“Komitmen kami berkelanjutan. Setelah pemenuhan benih, kami akan menyusul dengan pendistribusian bantuan alsintan yang saat ini sedang dipersiapkan,” kata Mas Dhito setelah menyerahkan bantuan secara simbolis di Desa Nambaan, Selasa (30/6).

Fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri tidak hanya terbatas pada sektor hulu seperti benih dan pupuk, melainkan juga menyentuh sektor hilir, khususnya kepastian harga komoditas di tingkat pasar. Bupati Kediri berharap petani mendapatkan jaminan harga yang stabil pasca-panen. Untuk mewujudkan hal tersebut, Perum Bulog telah disiagakan untuk menyerap hasil panen jagung sesuai dengan harga standar yang ditetapkan pemerintah, “Kami memahami keluhan petani terkait fluktuasi harga pasca-panen. Saat ini, Bulog siap menyerap jagung petani dengan harga ketetapan Rp5.500/kg,” imbuhnya.

Saat ini, komoditas jagung menjadi salah satu andalan pangan di Kabupaten Kediri dengan total luas lahan mencapai 56.000 hektare dan kapasitas produksi sebesar 392.000 ton, atau rata-rata menyumbang 7 ton per hektare. Pada sela-sela kegiatan penyerahan bantuan, Mas Dhito juga membuka ruang dialog bersama para petani untuk memotivasi mereka dalam meningkatkan volume produksi nasional.

Dalam diskusi tersebut, Ahmad Rudianto, perwakilan petani dari Kecamatan Puncu, melaporkan bahwa produktivitas lahan di daerahnya mampu melampaui rata-rata daerah lain, yakni mencapai 9 ton per hektare. Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan tersebut bertumpu pada manajemen kesuburan tanah, di mana 70 persen komponen pemupukan menggunakan pupuk organik yang memanfaatkan limbah peternakan warga setempat. (edp)

x