Kediri – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terus melakukan berbagai langkah strategis untuk membantu petani mengamankan pasokan air bagi lahan pertanian. Upaya tersebut menjadi bentuk mitigasi dini dalam menghadapi ancaman kemarau panjang yang berpotensi mengganggu produktivitas sektor pangan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu program prioritas Bupati Kediri. Karena itu, berbagai kebijakan terus diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurut Sukadi, untuk meminimalkan dampak kekeringan, Pemerintah Kabupaten Kediri menjalin kolaborasi dengan dua BUMN, yakni Pertamina dan PLN. Kerja sama dengan Pertamina difokuskan pada jaminan ketersediaan solar subsidi bagi petani. Sementara itu, sinergi dengan PLN dilakukan untuk mendukung penyediaan jaringan listrik melalui program listrik masuk sawah, khususnya bagi operasional sumur bor listrik (submersible).
“Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina agar kebutuhan solar untuk petani menjadi prioritas utama. Begitu pula dengan PLN, koordinasi intens dilakukan karena program sumur submersible membutuhkan daya listrik yang besar,” ujar Sukadi usai menyalurkan bantuan benih jagung, akhir Juni lalu.
Selain itu, Dispertabun Kabupaten Kediri juga melakukan penyederhanaan mekanisme pengurusan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi agar lebih cepat dan mudah diakses petani. Jika sebelumnya petani harus datang langsung ke kantor Dispertabun untuk memperoleh barcode pembelian, kini proses tersebut dapat dilakukan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Petani cukup melapor kepada PPL di wilayah masing-masing. Selanjutnya, PPL akan mengurus seluruh proses rekomendasi ke dinas. Selama persyaratan telah lengkap, termasuk surat pengantar dari pemerintah desa, surat rekomendasi dipastikan dapat diterbitkan pada hari yang sama.
Sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan pengairan, Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible pada tahun ini. Program tersebut didanai melalui kolaborasi anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kemudian pengelolaannya akan diserahkan kepada kelompok tani.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya menekan biaya produksi pertanian melalui bantuan sarana produksi. Pada tahun ini, Pemkab Kediri menggelontorkan 200 ton benih jagung gratis yang diproyeksikan mampu mencakup lahan seluas 13.300 hektare.Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, menegaskan dukungan pemerintah kepada petani tidak berhenti pada pemberian benih. Saat ini, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan bantuan sosial lanjutan berupa alat dan mesin pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian. (adv/kom)




























