Kesehatan

DP3AP2KB  Kota Kediri Tekan Penurunan Angka Stunting dengan Internalisasi Pengasuhan Balita

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

Internalisasi Pengasuhan Balita di aula Universitas Kadiri
302Views

Kediri – Pemerintah kota Kediri  melalui Dinas  Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), mengajak keluarga baduta/keluarga balita, Kader Bina Keluarga Balita (BKB), PKK, dan Penyuluh KB untuk mengikuti talkshow internalisasi pengasuhan balita dalam rangka penurunan stunting di Aula Universitas Kadiri, (17/11/2023)

Talkshow tersebut dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati yang memberi apresiasi dan pihaknya akan selalu mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya kota Kediri untuk menekan angka stunting.  

 Dalam kesempatan tersebut, Ernawati menyampaikan bahwa menururt hasil survey SSGI tahun 2022, prevelensis stunting di kota Kediri sudah baik, namun pihaknya berharap pada tahun 2023 prevalensi stunting di Kota Kediri dapat turun lagi, “Meskipun di Kota Kediri hasil survey status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting sudah bagus, yaitu 14,3 % lebih rendah dibandingkan prevelensi stunting di Provinsi Jawa Timur 19,2 % dan Nasional 21.6 %. Namun kami harap di tahun 2023 prevenlensi stunting Kota Kediri bisa turun menjadi 1 digit saja. Untuk itu, setiap kegiatan yang bisa mendorong penurunan stunting akan kami dukung sepenuhnya,”pungkasnya.

Ernawati juga menjelaskan bahwa strategi percepatan penurunan stunting berdasarkan Peraturan Presiden 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting menyatakan bahwa strategi tersebut terdiri dari menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan kualitas akses mutu pelayanan kesehatan, dan meningkatkan akses air minun dan sanitasi, “Strategi ini kita terapkan dengan mulai menghadang dari hulu. Kita entaskan kasus stunting yang sudah ada dan kita cegah adanya kasus stunting baru dengan melakukan pendampingan keluarga-keluarga beresiko stunting, seperti calon pengantin, ibu hamil,  ibu menyusui dan anak usia 0-2tahun,”ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas P3AP2KB, Agus Suharyanto mengatakan bahwa internalisasi adalah program yang lebih memperdalam pengetahuan kader dan masyarakat tentang bagaimana cara memberikan pola asuh yang benar pada 100 HPK alam upaya penurunan stunting, “Pada internalisasi ini kami menghadirkan narasumber yang kompeten, ada 3 narasumber, yaitu dokter spesialis anak, psikolog dan TP PKK Kota Kediri. Para narasumber akan memberikan pengetahuan bagaimana cara memberikan ASI yang benar, bagaimana memberikan makanan pendamping ASI yang benar dan sebagainya,”jelasnya.

Dikesempatan yang sama, salah satu peserta talkshow Faula Vida warga Kelurahan Bandar Kidul mengaku senang dengan ada kegiatan ini. Menurutnya dengan diundangnya keluarga balita dan batita pada internalisasi pengasuhan balita dapat menambah ilmu dan pengetahuan orang tua tentang penting 1.000 HPK bagi anak. (edp)

x