Pemerintahan

Pemkot Kediri Gelar Creative Talk & Gathering Bersama Pelaku E-Kraf

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

Kepala Bappeda Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi Memberi Cindera Mata Pada Pemateri
315Views

Kediri – Bappeda Kota Kediri menggelar forum diskusi Creative Talk & Gathering dalam rangka mempersiapkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan tema, “Meng-Aktivasi Kediri : Kolaborasi Menuju Kota Kreatif”, di Ballroom hotel grand Surya kota Kediri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 40 peserta dari OPD dan pelaku Ekonomi Kreatif (E-kraf) di Kota Kediri. (12/12/2023)

Dalam diskusi tersebut, Bappeda Kota Kediri menghadirkan 3 narasumber yaitu, Arief Priyono salah satu pegiat komunitas kreatif di Kota Kediri,  Dias Satria sebagai Founder Jagoan Indonesia, dan Arif Bawono Surya Founder Let’s Play Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi  mengatakan padaakhir  tahun 2023 hingga 2024 Bappeda kota Kediri  bertugas  untuk menyusun RPJPD untuk tahun 2025 – 2040. Selain  itu dengan pergantian kepemimpinan Walikota Kediri pada tahun 2024 dan masa kekosongan Kepala Daerah pada 2025 Bappeda harus melakukan penyusunan RPJMD untuk masa transisi tersebut. “Seharusnya pergantian Walikota dilakukan tahun 2024, tapi karena ada Pilkada serentak pelantikan Walikota Kediri baru bisa dilaksanakan diperkirakan pada bulan Februari hingga April 2025. Jadi kami harus mengisi kekosongan perencanaan di tahun 2025 dengan Rencana Pembangunan Masa Transisi,” ungkapnya.

Mentehaui keadaan tersebut, Chevy merasa perlu melakukan diskusi untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak termasuk pelaku E-kraf dalam penyusunan RPJPD dan RPJMD. Sejak 2015,  Bappeda Kota Kediri telah memprediksi jika kedepan Kota Kediri akan berubah dari Kota industri pengolahan menjadi Kota Ekonomi berbasis jasa. “Dulu sudah kita prediksi di tahun 2015. Perubahan itu semakin nyata saat Pemerintah Pusat mengumumkan pembangunan Bandara Dhoho dan jalan tol sebagai salah satu proyek strategis nasional. Jadi mau tidak mau kita harus berubah ke ekonomi berbasis jasa,” imbuhnya.

Sebagai pelaku E-kraf di Kota Kediri, salah satu pemtaeri, Arief Priyono menyarankan pentingnya pemerintah daerah melakukan pemetaan industri kreatif di Kota Kediri,  sehingga orang di luar Kota Kediri mengetahui apa yang diinginkan jika sedang berkunjung di Kota Kediri. “Kita perlu melakukan pemetaan dan analisis mana saja karya – karya terbaik di Kota Kediri dari sisi industri kreatif dan kita perlu database yang mudah dijangkau semua orang,” ujarnya.

Setelah semuanya telah dilakukan, pemerintah dapat menyaring ide – ide dari pelaku industri kreatif. Dari ide – ide tersebut dapat di kurasi dan diwujudkan melalui festival industri kreatif tahunan. “Kita lihat industri kreatif seperti di Kota Bandung, Jakarta, Yogyakarta bisa besar dan di kenal luas seperti sekarang karena ada peran pemerintah. Kami harap Pemkot Kediri juga melakukan hal yang sama jika ingin memperbanyak action di dunia industri kreatif,” harapnya. (edp)

x