Pemerintahan

Bupati Kediri Akan Mengawal Peristiwa Tewasnya Santri di Mojo

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

53Views

Kediri – Saat mendengar kabar mengenai seorang santri yang meninggal akibat penganiyaan di salah satu Pondok Pesantren yang ada di kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana turut menyampaikan bela sungkawa dan melakukan koordinasi dengan Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priyaji guna mengawal tindak keadilan dari peristiwa tersebut. (27/2/2024)

Mas Dhito mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan peristiwa  penganiyaan yang berujung pada meninggalnya korban. Mengingat keberadaan pondok pesantren sebagai salah satu ruang untuk membentuk akhlak dan karakter generasi bangsa.

Bupati muda itu juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal peristiwa tersebut di jalur hukum, “Kami akan terus mengawal keadilan atas peristiwa ini,” terangnya.

Tidak hanya bekerjasama dengan kepolisian, Pemerintah Kabupaten Kediri dalam waktu dekat juga akan bekerjasama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) baik tingkat Kabupaten maupun provinsi, “Kedepan, untuk mencegah hal serupa terulang kembali, Pemerintah Kabupaten Kediri akan bekerjasama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah untuk mensosialisasikan anti kekerasan hingga bullying terhadap santri di lingkup pondok pesantren, tuturnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini Polres Kediri kota telah mengamankan empat santri yang menjadi tersangka atas kasus penganiayaan. Empat santri itu berinisial MN (18 tahun), asal Sidoarjo; MA (18), asal Kabupaten Nganjuk; AF (16), asal Denpasar, Bali; dan AK (17), asal Surabaya. (edp)

x