Surabaya- Kecelakaan maut Bus Pariwsata PO Sakhinda Trans yang menewaskan 4 orang dan 10 korban lainnya mengalami luka berat dan ringan, terus dilakukan penyelidikan oleh Ditlantas Polda Jatim.
Hingga saat ini, Penyidik telah memintai keterangan terhadap 10 orang , diantaranya Sopir Bus, Kernet, Siswa, guru dan warga yang berada di lokasi saat terjadinya kecelakaan, “Sudah ada 10 orang yng kami memintai keterangan, dan kami akan terus melakukan penyelidikan dan akan memanggil pihak yang bertanggung jawab,” terang Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, Jumat (10/1/2025)
Dan penyidik pun telah menetapkan Muhammad Arief Subhan (30) sopir Bus sebagai tersangka atas kelalaiannya hingga terjadinya kecelakaan maut tersebut, “Hasil dari pemeriksaan dan keterangan beberapa saksi, ditemukan fakta SAM selaku sopir Bus telah melakukan kelalaian yang menyebabkan kecelakaan dan keselamatan pengguna jalan, hingga jatuhnya korban jiwa dan luka,” tambah Komarudin.
Komarudin, juga memerintahkan kepada anggotanya untuk memanggil pemilik PO Bus untuk dimintai keterangan, “Saya tidak mau berhenti sampai disini saja. Dan saya sudah perintahkan kepada kepada penyidik untuk memanggil pemilik PO Bus dan dia harus bertanggung jawab,”tegasnya.
Rencana pemanggilan dan dimintai keterangan terhadap pemilik PO Bus, Komarudin menyatakan karena Bus yang membawa siswa dari Bali ke Batu dalam Study tour dan terlibat kecelakaan tersebut, selain surat suratnya sudah mati kondisinya juga dinilai tidak layak beroperasi, “Dari penelusuran kami, ternyata rombongan yang membawa siswa dari Bali ke Batu itu bukan hanya Bus yang terlibat kecelakaan itu saja, ternyata da tiga lainnya dan kondisinya juga sama selain surat suratnya mati dan kondisinya tidak layak beroperasi,” ungkap Komarudin lebih lanjut.
Setelah dilakukan penelusuran dan pencarian, Petugas dapat menemukan tiga Bus rombongan yang membawa siswa dari Bali tersebut, sehingga dilakukan penahanan, “Karena kondisinya tidak layak beroperasi, kami langsung menahan tiga Bus lainnya, dan kami meminta untuk mendatangkan Bus yang baru dan layak beroperasi untuk membawa para siswa itu kembali ke tujuan asal. Dan kami juga melakukan pengawalan hingga ke Pelabuhan Gilimanuk Banyuwangi dan kami mendapatkan kkaba mereka sudah tiba dengan selamat,” tandasnya.



























