Kesehatan

Dinkes Kota Kediri Inisiasi Hidup Sehat di Pesantren Melalui Poskestren

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

241Views

Kediri- Pemerintah kota Kediri melalui Dinas Kesehatan kota Kediri menyelenggarakan Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Bagi Poskestren di hotel Grand Surya kota Kediri. Pada kegiatan ini Dinas Kesehatan kota Kediri mengundang perwakilan 35 Pondok Pesantren se-kota Kediri dan 5 ormas keagamaan kota Kediri. (28/5/2024)

Pada kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan pondok pesantren tersebut, Dinas Kesehatan kota Kediri mendatangkan 2 pemateri yaitu, Malik Afif dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dan Ning Nadia Qoirina dari Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama (LKNU).

Kepala Dinas Kesehatn kota Kediri, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir mengatakan bahwa hingga saat ini ada 23 Pondok Pesantren di kota Kediri yang telah memiliki  Poskestren, dan pihaknya menargetkan  tahun 2025, seluruh pondok pesantren di kota Kediri telah memiliki Poskestren, “Untuk pondok pesantrennya ada sekitar 34, dan yang sudah memiliki Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) ada 23, jadi masih ada 11 yang perlu kita bina untuk menjadi Poskestren”, paparnya.

dr. Muhammad Fajri Mubasysyir  juga menambahkan bahwa  pihaknya akan menugaskan puskesmas untuk membantu dan membimbing santri-santri, “jadi nanti ada teman-teman dari puskesmas yang akan membantu melakukan pemeriksaan disana kemudian berkolaborasi dengan pondok pesantren dan dari puskesmas juga akan melatih santri-santri husada, bagaimana melakukan pelayanan di Poskestren itu sehingga kesehatan santri bisa baik, dan kala upun ada masalah kesehatan bisa segera tertangani”, ujarnya.

Sementara itu, salah satu pemateri, Malik Afif mengatakan bahwa pihaknya memberi materi  tentang perlunya menerapkan pola hidup sehat di pondok pesantren, “tadi yang saya satu, terkait dengan bagaimana Kesehatan itu menjadi hal yang penting dan bagaimana kesehatan itu dibentuk, jadi nanti bagaimana teman-teman santri itu bisa mulai terbuka, dan mulai menerapkan perilaku sehat di pondok pesantren”, tuturnya.

Tak hanya itu, Malik Afif berharap agar para pengasuh pondok pesantren berkomitmen tidak hanya memberikan ilmu agama yang baik tetapi juga menjaga kesehatann santri-santri., sedangkan kepada puskesmas agar terus menjalin komunikasi dan mendampingi pondok pesantren agar terus berproses untuk menjadi pondok pesantren yang sehat. (edp)

x