Pendidikan

IJTI Semaikan Asa Jurnalisme Masa Depan Lewat Pers Kampus

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

124Views

Jakarta — Ratusan mahasiswa dari lintas perguruan tinggi se-Jabodetabek memadati Hall Dewan Pers, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026). Mereka hadir untuk mengikuti Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026, sebuah perhelatan perdana di ibu kota yang dirancang khusus bagi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) serta mahasiswa Ilmu Komunikasi. Agenda besar ini diinisiasi oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) sebagai respons nyata atas gempuran disrupsi teknologi serta tekanan ekonomi global dan domestik yang saat ini tengah mengancam keberlangsungan industri media konvensional.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menegaskan bahwa kehadiran produk jurnalistik yang kredibel dan berkualitas justru semakin krusial di era maraknya arus informasi media sosial, “Harapan baru itu tumbuh dari ruang-ruang akademik. Jurnalis kampus adalah motor penggerak sekaligus pilar masa depan yang akan mengawal keberlanjutan jurnalisme profesional, independen, dan berintegritas,” ujar Herik dalam pidato pembukaannya.

Ia menambahkan, konferensi ini merupakan manifestasi komitmen IJTI dalam mengawal, membina, serta memperkokoh ekosistem pers mahasiswa. Wadah strategis ini diharapkan mampu menjadi ruang dialektika bagi para jurnalis muda untuk bertukar ide, mengasah kompetensi, dan memetakan haluan jurnalisme tanah air ke depan.

Pada sela-sela pergelaran konferensi, IJTI secara resmi menjalin sinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Kolaborasi ini berfokus pada akselerasi kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong transformasi digital dan masifnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sekaligus memperkuat edukasi isu ketenagakerjaan kepada publik. Fokus Kemitraan adalah untuk menyiapkan generasi muda—khususnya jurnalis kampus—agar menguasai kecakapan yang relevan dengan tren teknologi mutakhir, termasuk pemanfaatan AI, MoU berlaku selama 3 tahun, melalui MoU tersebut diharapakan dapat mengembangan kompetensi SDM, menguatan literasi ketenagakerjaan, serta optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana bersama.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, yang hadir menandatangani kesepakatan tersebut bersama Herik Kurniawan, menyatakan bahwa pers memiliki peran sangat strategis sebagai penyambung lidah program ketenagakerjaan yang akurat dan edukatif, “Bagi Kemnaker, disrupsi digital adalah sebuah kepastian yang wajib dijawab dengan kesiapan kompetensi. Kemitraan dengan IJTI ini menjadi langkah taktis untuk menggulirkan program upskilling dan reskilling secara berkelanjutan,” ungkap Cris Kuntadi.

Pada akhir sesi, Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 menelurkan beberapa poin rekomendasi krusial demi menjaga marwah pers mahasiswa, antara lain, menolak Keras Intervensi: Mengecam segala bentuk intimidasi, penyensoran, maupun intervensi dari pihak rektorat, dekanat, hingga pihak eksternal yang mencederai independensi dan kebebasan pers mahasiswa, serta desakan perlindungan hukum, menuntut Dewan Pers untuk memberikan proteksi nyata terhadap eksistensi pers kampus, membangun jejaring solidaritas yang solid antar-lembaga pers mahasiswa demi saling mengawal, mendampingi, dan membentengi diri dari segala upaya kriminalisasi terhadap karya jurnalistik. (edp)

x