Pendidikan

Membangun Karakter Generasi Emas Melalui Gerakan “Teach to Inspire”

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

109Views

Kediri – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, hadir di tengah-tengah siswa SDN Banjaran 5. Kehadiran beliau merupakan bagian dari program “Teach to Inspire”. Teach to Inspire adalah sebuah program edukatif berbasis gerakan sosial yang digagas melalui kolaborasi antara media cetak/digital (Jawa Pos Radar Kediri) dengan institusi pendidikan (SDN Banjaran 5 dan beberapa sekolah dasar lainnya). (19/5/2026)

Kegiatan yang diikuti oleh murid kelas 3, 4, and 5 ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota perempuan termuda ini membagikan tiga poin edukasi penting untuk generasi masa depan:

  1. Membumikan Wawasan Kebangsaan dan Nilai Pancasila

Mbak Wali—sapaan akrabnya—menekankan bahwa Wawasan Kebangsaan bukan sekadar teori, melainkan rasa cinta dan bangga yang tulus terhadap Indonesia sebagai rumah bersama.

Pancasila didefinisikan sebagai pondasi atau dasar dalam bertingkah laku.

UUD 1945 diposisikan sebagai panduan aturan dalam bernegara.

Beliau juga mengorelasikan nilai-nilai luhur ini dengan visi lokal Kota Kediri, yaitu MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni), “Jika adik-adik sekalian terbiasa mengamalkan Pancasila dan taat aturan sejak dini, kita tidak hanya membentuk karakter yang baik, tetapi juga bersama-sama mewujudkan Kota Kediri yang maju dan MAPAN,” tutur Vinanda.

  1. Menghargai Pahlawan melalui Aksi Nyata dan Bijak Berteknologi

Edukasi berikutnya berfokus pada cara mengisi kemerdekaan. Vinanda mengingatkan bahwa perjuangan para pahlawan terdahulu harus dilanjutkan oleh generasi muda melalui tindakan positif sehari-hari, seperti:

  • Rajin dan tekun belajar.
  • Menjaga persatuan dan menghargai perbedaan antar-teman.
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
  • Bangga menggunakan produk-produk asli Indonesia.

Pada era digital ini, beliau juga memberikan catatan khusus mengenai pola asuh digital (digital literacy). Murid-murid diimbau untuk tidak larut dalam permainan gadget. Penggunaan gawai diperbolehkan, namun harus dibatasi secara bijak demi menjaga fokus belajar dan bersosialisasi di dunia nyata.

  1. Berani Bermimpi dan Menjadi Pemimpin Masa Depan

Sebagai penutup, Wali Kota mengajak seluruh murid untuk memiliki cita-cita yang besar tanpa rasa takut. Murid-murid yang duduk di bangku SD hari ini adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa di masa depan. Untuk meraih mimpi besar tersebut, beliau membagikan tiga kunci utama: Terus belajar, tekun beribadah, dan pantang menyerah dalam berusaha. (edp)

x