Kediri – Burengan Sport Culinary Center (BSCC) Kelurahan Burengan menjadi salah satu tempat yang ditunjuk olehPemerintah Kota Kediri melalui DLHKP Kota Kediri dalam memperingati Hari Menanam yang sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008. Dalam kegiatan ini Pj Walikota Kediri Zanariah melakukan penanaman pohon. Total ada 200 pohon yang ditanam di kota Kediri hari ini, untuk BSCC terdapat 10 pohon mangga dan 90 pohon tabebuya, sedangkan 100 pohon sisanya di tanam di Sumber Cakarwesi. (22/12/2023)
Selain menanam pohon, Zanariah juga memberikan penghargaan kepada Keluarahan Burengan, diantaranya diantaranya, penghargaan yang diraih oleh Kelurahan Burengan diantaranya, Keluaahan Berseri Tingkat Pratama, Kelurahan Berseri Tingkat Madya dari Provinsi Jawa Timur, dan Kampung Proklim Tingkat Utama dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Pj Wali Kota Kediri Zanariah menjelaskan saat ini isu polusi, pencemaran lingkungan, dan perubahan iklim bukan lagi sebatas dongeng semasa sekolah. Perlahan semua mengalami ketidakpastian cuaca. Semua pihak harus sadar untuk menjaga lingkungan, tidak bisa hanya berpangku tangan namun harus ada gerakan komunal. Pemkot Kediri juga telah berupaya menyediakan 1 RTH di setiap kelurahan guna menjadi penyeimbang ekosistem dan meningkatkan kualitas hidup di tengah padatnya Kota Kediri. Apa yang dilakukan hari ini manfaatnya akan dirasakan 3 hingga 5 tahun mendatang. “Saya harap acara ini tidak hanya sebagai seremonial semata namun ada tindak lanjut aksi nyata dari berbagai pihak. Jangan sampai pohon-pohon yang sudah ditanam, dipaku, disiram air panas atau bahkan dibakar. Jika masyarakat butuh merelokasi pohon sampaikan pada DLHKP guna diberikan treatment khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Adi Sutrisno, Lurah Burengan mengatakan bahwa Kelurahan Burengan adalah satu-satunya perwakilan kota Kediri yang mengikuti lomba Kampung Iklim atau Proklim, “Kita tahun ini satu-satunya yang mewakili kota Kediri di kementrian LHK, jadi ini di RW 12 disana ada bank sampah, kemudian ada kelompok wanita Tani, di basefam sehingga potensi-potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada disana kita maksimalkan untuk mengikuti selesaksi kampung iklim kemarin”, paparnya.
Lebih lanjut, Adi berharap agar kegiatan tersebut bisa menular ke RW yang lain, “Pengennya nanti ke depan tidak hanya Rw 12 tapi bisa menular ke RW yang lain untuk bisa mengikuti seleksi kampung iklim ini jadi ketika semua sudah sadarperubahan iklim, kemudian sadar akan lingkungan maka pengurangan sampah itu bisa terlaksana”, harapnya. (edp)




























