Pemerintahan

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Tekankan MPLS Bebas Bullying

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

339Views

Surabaya — Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 diharapkan menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara aman, nyaman, dan menyenangkan.

Pelaksanaan MPLS tahun ini mengusung jargon “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”. Seluruh satuan pendidikan diwajibkan berpedoman pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur bahwa kegiatan MPLS harus dilaksanakan dalam lingkungan sekolah yang ramah anak, inklusif, aman, dan nyaman. Regulasi tersebut juga menegaskan bahwa MPLS wajib terbebas dari perpeloncoan, praktik perundungan (bullying), kekerasan, diskriminasi, maupun segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu tumbuh kembang serta kenyamanan peserta didik.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi seluruh peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.

“Jangan sampai MPLS justru menjadi ruang terjadinya bullying atau tindakan yang membuat siswa baru merasa takut dan tidak nyaman. Sekolah harus menghadirkan suasana yang aman, ramah, dan penuh semangat kebersamaan,” ujar Akmarawita.

Menurutnya, pelaksanaan MPLS harus difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, serta penanaman nilai etika, moral, dan akhlak mulia. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan terbiasa saling menghormati, menghargai perbedaan, saling membantu, serta berani mengingatkan teman untuk berbuat baik.

Selain itu, Akmarawita meminta seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan meningkatkan pengawasan selama pelaksanaan MPLS. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya praktik bullying maupun berbagai bentuk kekerasan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital.

“Mari jadikan MPLS sebagai awal yang baik bagi anak-anak untuk belajar, berteman, dan tumbuh dalam lingkungan sekolah yang sehat, inklusif, aman, nyaman, dan bebas bullying. Dengan pendidikan karakter yang kuat sejak hari pertama, kita dapat menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan saling menghargai,” pungkasnya. (mmp)

x