Pemerintahan

Mas Dhito Minta Camat Bentuk Satgas Kesehatan

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

117Views

Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengumpulkan seluruh Kepala Puskesmas dan Camat se-Kabupaten Kediri untuk menegaskan fokus pelaksanaan program unggulan di bidang kesehatan. Upaya yang dilakukan bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu bertujuan memastikan seluruh agenda kesehatan berjalan sesuai rencana pembangunan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Mas Dhito usai memberikan arahan di Ruang Joyoboyo, Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (3/8/2026).

Bupati muda tersebut mengungkapkan angka stunting di Kabupaten Kediri mengalami penurunan. “Stunting 2025 bulan Agustus di angka 8,07, di Bulan Timbang Februari 2026 di angka 7,54 artinya ada penurunan, saya minta Camat wajib tahu dan secara aktual untuk dihitung betul,” tegas bupati berkacamata itu.

Mas Dhito juga meminta camat dan kepala puskesmas memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. “Camat sama Kepala Puskesmas komunikasinya harus harmonis, saling koreksi boleh karena ini urusan kesehatan,” pungkasnya.

Kabupaten Kediri saat ini menghadapi sejumlah tantangan di sektor kesehatan, mulai dari tengkes (stunting), demam berdarah dengue (DBD), tuberkulosis (TBC), hingga pengawalan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Untuk mengoptimalkan penanganan berbagai persoalan tersebut, Mas Dhito meminta pembentukan satuan tugas (satgas) lintas sektor di tingkat kecamatan.

Melalui pembentukan satgas tersebut, setiap kecamatan ditargetkan memiliki basis data yang akurat dan mutakhir untuk setiap isu kesehatan. Dalam penanganan tengkes, Mas Dhito menginstruksikan agar jumlah anak yang terindikasi stunting pada tahun ini didata secara tepat. Selain itu, ia juga meminta fasilitas kesehatan tingkat pertama rutin memantau kondisi warga lanjut usia, mengingat masih ditemukan lansia yang belum memperoleh akses layanan kesehatan akibat kendala administrasi, seperti belum memiliki identitas kependudukan setempat.

Sementara itu, dalam penanganan DBD dan TBC, Mas Dhito mengarahkan agar upaya penelusuran (tracing) terus diperkuat guna menekan risiko penyebaran penyakit. Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang intensif antara camat dan kepala puskesmas, termasuk dalam melakukan pembaruan data secara berkala. (adv/kom)

x