Kediri – Pj Wali Kota Kediri Zanariah memberikan pengarahan pada Sosialisasi Antikorupsi “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Pada Perangkat Daerah di Hotel Grand Surya Kota Kediri. Dalam kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2023 ini, Pemerintah kta Kediri mendatangkan Arif Nur Cahyo dari KPK RI sebagai pemateri. (7/12/2023)
Zanariah mengungkapkan Pemerintah Kota Kediri terus memegang komitmen dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Mulai dari transparansi pengadaan barang dan jasa pemerintah hingga akuntabilitas pelaporan keuangan. Komitmen tersebut membuahkan hasil karena Kota Kediri sudah 9 kali berturut-turut mendapatkan predikat WTP dari BPK. Dalam pelayanan kepada masyarakat, DPM PTSP Kota Kediri mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kemenpan-RB.
Pihaknya berpesan agar tidak berpuas diri dulu. Karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi masih dinilai kurang. Dalam sebuah survey optimisme oleh GNFI, pada November tahun ini generasi muda menempatkan korupsi, kolusi dan nepotisme sebagai permasalahan utama di Indonesia. Berdasarkan data BPS bahwa Indeks Perilaku Anti Korupsi Indonesia tahun 2023 sebesar 3,92 menurun dari tahun lalu sebesar 3,93. “Sementara itu, berdasarkan Laporan Transparency Internasional, indeks persepsi korupsi Indonesia tercatat sebesar 34 poin dari skala 1-100. Nilai ini menurun 4 poin dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pj Wali Kota Kediri memberikan beberapa hal yang harus diberikan penguatan yaitu komitmen pada integritas menghindari perilaku korupsi. Lalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kegiatan dan pelayanan masyarakat. Implementasi pengawasan internal dan eksternal. Edukasi dan sosialisasi anti korupsi, baik di pemerintahan, lembaga pendidikan maupun di masyarakat. (edp)




























