Pemerintah Kota Kediri menerima kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Cirebon, Kamis (9/7), di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai ajang bertukar informasi mengenai pengelolaan program kesejahteraan, keagamaan, dan sosial.
Rombongan yang berjumlah 13 orang diterima langsung oleh Kepala Bagian Kesra Kota Kediri, Yono Heryadi. Dalam kesempatan itu, Yono menyampaikan selamat datang kepada rombongan dan berharap pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi yang positif untuk membuka wawasan bersama serta saling memperkaya referensi program kerja yang bermanfaat bagi kedua pemerintah daerah.
Pada kesempatan tersebut, Yono memaparkan berbagai strategi yang diterapkan Bagian Kesra Kota Kediri dalam menjaga efektivitas pelaksanaan program. Menurutnya, berbagai program dapat berjalan optimal berkat kolaborasi dengan masyarakat dan lembaga keagamaan. Ia juga membagikan pengalaman dalam pelaksanaan program kesejahteraan masyarakat, bina mental spiritual, hingga kesejahteraan sosial.
Untuk bidang kesejahteraan sosial, Bagian Kesra Kota Kediri memiliki tugas mengelola hibah dan bantuan sosial. Jika sebelumnya penyaluran bantuan dilakukan dalam bentuk uang, kini mekanismenya dialihkan menjadi paket pekerjaan melalui pengadaan barang dan jasa.
Selain itu, salah satu inovasi yang turut menarik perhatian adalah program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa mulai jenjang S1 hingga S3. Program tersebut diprioritaskan bagi keluarga yang masuk dalam data DTSEN (desil 1–5) dan dijalankan melalui kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Cirebon, Mustofa, menjelaskan Kota Kediri dipilih sebagai tujuan studi tiru karena memiliki daya tarik tersendiri, khususnya dalam strategi pemerintah membangun komunikasi dengan pondok pesantren serta mengoptimalkan potensi keagamaan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang harmonis.
“Kami juga ingin mengetahui bagaimana pengelolaan kesejahteraan sosial, mengingat wilayah kami memiliki keterbatasan fiskal dan dukungan CSR jika dibandingkan dengan Kota Kediri,” tuturnya.
Mustofa mengungkapkan, berbeda dengan Kota Kediri yang telah memiliki program beasiswa pendidikan hingga jenjang S3, Pemerintah Kabupaten Cirebon saat ini masih memfokuskan alokasi pendidikan pada jenjang S1. Namun pada tahun ini, Pemkab Cirebon meluncurkan program baru yang berfokus pada pemanfaatan potensi mahasiswa asal Cirebon yang sedang menempuh pendidikan di luar kota.
“Kami berkomitmen memfasilitasi kebutuhan dasar mereka, khususnya penyediaan fasilitas tempat tinggal atau asrama mahasiswa di kota-kota besar,” ungkapnya.
Di sela-sela kunjungan ke Kota Kediri, rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo untuk mempelajari sekaligus meninjau langsung penerapan program Pesantren Sehat yang telah berjalan dengan baik.
Pada akhir pertemuan, rombongan studi tiru menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Kediri. Mustofa mengaku memperoleh banyak wawasan dan inovasi program yang siap diadopsi serta menjadi bahan laporan kepada pimpinan.
“Keberhasilan program dari Kota Kediri ini sangat potensial untuk diaplikasikan dan diterapkan di daerah kami. Semoga ini dapat menjadi sarana untuk menularkan praktik baik antar pemerintah daerah,” terangnya. (mmp)




























