Kediri – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) antar lintas sektor demi meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC di Kota Kediri. Rakor yang ndiikuti oleh 60 peserta dari perwakilan OPD di lingkungan Pemkot Kediri, Puskesmas, dan perwakilan dari sekolah di Kota Kediri tersebut bertempat di Hotel Lotus Garden kota Kediri. (9/11/2023)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir mengatakan Indonesia menempati peringkat kedua setelah India, yakni dengan jumlah kasus 969 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam. Sementara itu pada tahun 2022, pihaknya menemukan 1214 kasus baru yang menjadikan Kota Kediri tertinggi di Jawa Timur. “Kalau di Kota Kediri tiap tahun Dinkes menemukan tidak kurang 1000 kasus baru. Tahun 2022 saja kita menemukan 1214 kasus baru dan yang tertinggi se-Jatim,” ungkapnya.
Sementara itu, Hendrik Suprianto kepala Bidanggg P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) mengatakan bahwa selama ini pihaknya banyak menemukan hambatan dalam proses pengobatan TBC, diantaranya kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TBC, dan banyak kasus TBC yang belum dilaporkan oleh Rumah Sakit atau Klinik.
Hendrik Suprianto menambahkan, pihaknya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam penanggulangann TBC, “Untuk menekan penyebaran penyakit TBC, perlu keterlibatan dari berbagai pihak seperti dalam penanggulangan kasus Covid-19 tahun lalu. Semoga dengan kegiatan ini, kolaborasi kita dalam penanggulangan TBC semakin baik. Dan capaian keberhasilan dalam pengobatan TBC di Kota Kediri dapat ditingkatkan,” pungkasnya. (edp)




























