Pemerintahan

Peringati HAN Ke-42, Pemkot Kediri Kampanyekan Stop Perundungan

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

109Views

KEDIRI – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kota Kediri berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan peringatan tersebut, mulai dari aksi kampanye, pembagian bunga dan stiker kepada masyarakat, pertunjukan teatrikal bertema anti perundungan, hingga penampilan gulat oleh atlet pelajar Kota Kediri. Kegiatan yang berlangsung di Memorial Park, Kamis (23/7), ini diikuti ratusan anak yang telah memadati lokasi sejak pagi.

Secara terpisah, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri dr. Fajri Mubasysyir menyampaikan apresiasi kepada Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta seluruh pihak yang terus menunjukkan komitmen dalam memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak. Menurutnya, peringatan HAN menjadi momentum untuk mengajak orang tua, pendidik, pemerintah, dan masyarakat agar semakin aktif menjalin komunikasi dengan anak, mengampanyekan pemenuhan hak anak, serta memberikan pendampingan terhadap tumbuh kembang mereka. “Mohon bimbing anak-anak kita dengan sepenuh hati. Mereka harus kita lindungi dan kita persiapkan tumbuh kembangnya untuk beberapa tahun ke depan saat mereka dewasa. Dengarkanlah partisipasi dan suara anak-anak, kita harus memberikan ruang partisipasi dan mendengarkan pendapat mereka terutama terkait masa depannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peringatan HAN tahun ini juga menjadi sarana edukasi mengenai empat pilar hak dasar anak, yakni hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak memperoleh perlindungan, serta hak berpartisipasi. Melalui pemahaman tersebut, diharapkan anak-anak semakin memahami hak-haknya sekaligus berani menyampaikan apabila mengalami kekerasan atau perlakuan yang tidak semestinya.

Lebih lanjut, dr. Fajri menekankan pentingnya menghentikan praktik perundungan di lingkungan sekolah maupun pergaulan. Anak-anak diimbau untuk tidak melakukan perundungan terhadap teman sebaya. Sementara bagi anak yang menjadi korban, ia meminta agar tidak memilih diam dan segera melapor kepada orang tua, guru, kepala sekolah, guru BK, maupun orang dewasa yang dipercaya. “Berani berbicara adalah langkah awal menuju keselamatan. Jangan diam ketika mengalami perundungan,” tegasnya.

Menurut dr. Fajri, kasus kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual, maupun pernikahan anak masih menjadi tantangan. Namun, meningkatnya jumlah laporan juga dapat menjadi indikasi bahwa korban kini semakin berani untuk melapor. Karena itu, pada momentum HAN ini, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan bagi anak. “Sebagai upaya mencegah dan meminimalisir kasus serupa, kami bersama teman-teman Satgas PPA terus melakukan sosialisasi dan mengkampanyekan pencegahan di berbagai sekolah mulai jenjang SD hingga SMA. Bagi masyarakat yang mengetahui atau menemukan dugaan kekerasan terhadap anak kami himbau untuk segera melapor melalui Satgas PPA di tingkat kelurahan, hotline DP3AP2KB atau UPT PPA Kota Kediri maupun layanan SAPA 129 milik Kementerian PPPA,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut, Felicia, pelajar SMAN 4 Kota Kediri yang juga merupakan atlet gulat Kota Kediri, turut menampilkan atraksi gulat. Peraih prestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur itu mengaku bangga dapat memperkenalkan olahraga gulat kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar semakin termotivasi mengembangkan bakat di bidang olahraga. Ia berharap semakin banyak anak di Kota Kediri yang mampu meraih prestasi serta mengembangkan bakat dan minatnya.

Sementara itu, Dhanis Jainuddin Al-Fatih, siswa SDN Tosaren 4 yang tampil dalam pertunjukan teater bertema anti perundungan, menyampaikan pesan agar tidak ada lagi tindakan perundungan terhadap sesama anak. Ia berharap seluruh anak di Kota Kediri dapat tumbuh menjadi generasi yang bahagia, terhindar dari berbagai hal negatif, serta memiliki masa depan yang lebih baik. (mmp)

x