Pemerintahan

Pj Walikota Kediri Ajak Masyarakat Makin Bijak Kelola Sampah

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

Pj Walikota Kediri Zanariah Saat Berada di Hutan Kota Joyoboyo
73Views

Kediri – Pemerintah kota Kediri, komunitas peduli lingkungan, sekolah, dan paguyuban pedagang bekerjasama membersihkan hutan Kota Joyoboyo dan sekitarnya. Bersih-bersih bersama ini dilakukn dalam aksi World Clean Up Day (WCUD) 2023 yang dipimpin oleh penjabat (pj) Walikota Kediri Zanariah. (25/11/2023)

Pj Walikota Kediri mengatakan, saat ini sampah masih menjadi isu yang mendesak di Indonesia terutama Kota Kediri. Hal ini terlihat dari timbunan sampah di kota Kediri yang dibawa ke tempat pengolahan akhir (TPA) sebesar 130-140 ton per hari. Apabila kondisi ini dibiarkan tanpa adanya waste menegement yang tepat maka seluas apapun TPA-nya akan penuh dan tidak bisa menampung sampah lagi. Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja namun semua elemen harus terlibat untuk semakin bijak mengelola sampah.

Zanariah juga mengatakan, World Clean Up Day ini merupakan gerakan inisiatif global yang diadakan di lebih 180 negara, “World Clean Up Day ini merupakan gerakan inisiatif global yang diadakan di lebih dari 180 negara dalam rangka bersih-bersih sampah dan limbah plastik. Alhamdulillah setiap tahun Kota Kediri selalu ikut serta dalam gerakan ini. Meskipun tahun ini agak mundur jauh dari tanggal peringatannya semoga tidak mengurangi esensi semangat bebersih kita,” ujarnya.

Menurut Zanariah, sudah banyak contoh yang bisa dipelajari dari media sosial, seperti yang baru saja viral bagaimana sikap pemain sepak bola Jepang yang meninggalkan ruang ganti bersih tanpa sampah. Lalu Pandawara Group yang mendapat apresiasi atas kepeduliannya terhadap sampah untuk studi ke Denmark. Kehadiran kelompok anak muda yang melakukan aksi nyata ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk melakukan hal sama di Kota Kediri. (edp)

x