Pemerintahan

Presiden Prabowo Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

103Views

Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (26/06/2026).Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, latar belakang, hingga profesi. Meski demikian, Kepala Negara meyakini persatuan dapat terus diperkuat dengan menjadikan kecintaan terhadap tanah air sebagai landasan bersama.“Kita punya latar belakang, dan Saudara-saudara, pengalaman kita pasti berbeda, tapi dengan premis tadi, dengan anak Indonesia yang cinta tanah airnya, saya kira dalam perbedaan ini kita harusnya bisa mencari titik-titik kebersamaan,” ujar Presiden.Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa kebersamaan dan kemampuan untuk bekerja sama merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, sejarah telah menunjukkan bahwa suatu bangsa dapat bangkit ketika seluruh elemen bangsa mampu bekerja sama dan mengesampingkan perbedaan demi kepentingan bersama.“Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitnya bisa kerja sama, itu bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elitnya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya,” jelasnya.Presiden juga menegaskan bahwa kerja sama dan semangat persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pandangan. Sebagai negara demokrasi, Indonesia tetap menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan menghormati keberagaman gagasan.Meski demikian, Presiden mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang dalam upaya bersama mewujudkan kesejahteraan bangsa.”Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh?, habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?,” tuturnya.Karena itu, Presiden menegaskan bahwa setiap perbedaan harus bermuara pada tujuan yang sama, yakni mengabdikan kemampuan dan pemikiran terbaik demi kepentingan bangsa.“Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang terpintar di negara ini. Bukankah itu segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah,” pungkas Presiden. (mmp)

x