Kediri – Menurut data Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, pada tahun 2022 rata-rata produksi gabah kering giling mencapai 6,19 ton/hektar. Kemudian, pada 2023 naik menjadi 6,22 ton/hektare dan kembali naik menjadi 6,24 ton/hektare di 2024.
Peninngkatan pertanian di Kabupaten Kediri dapat membuktikan bahwa program DITO ((Desa Inovasi Tani Organik) yang di populerkann tahun 2021, dapat menaikkan produktivitas, selain itu kelebihan penggunaan pupuk organik ini bulir padi lebih berisi.
Mengetahui data peningkatan produktivitas hasil panen padi di Kabupaten Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, berkeyakinan makin banyak petani yang tertarik dalam pertanian organic, “Untuk mendukung sektor pertanian ini, guna menekan biaya produksi, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan peralatan pertanian dan bantuan benih”, ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Anang Widodo didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Pangan Rini Pudyastuti menyebut, untuk pertanian padi, pada tahun 2024 ini bantuan benih disalurkan untuk cakupan lahan 6000 hektar. (adv)




























