Pemerintahan

Tragedi Proyek Margorejo, Komisi C DPRD Surabaya Desak Audit Total K3

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

241Views

Surabaya – Insiden tragis yang menewaskan seorang wanita akibat terperosok ke lubang proyek saluran air di kawasan Margorejo Indah (depan Plaza Marina) memicu respons keras dari Komisi C DPRD Surabaya. Ketua Komisi C, Eri Irawan, menegaskan bahwa keselamatan warga wajib menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan infrastruktur di jalan raya. Menurutnya, perlindungan keselamatan harus menyeluruh, tidak hanya menyasar pekerja proyek, tetapi juga masyarakat sekitar yang terdampak. (15/6/2026)

Ia mengatakan, proyek di jalur padat kendaraan memerlukan pengamanan ekstra keras. Fasilitas keselamatan di area publik dinilai harga mati demi mencegah kecelakaan fatal. Kontraktor dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait wajib menyediakan pagar pengaman, lampu penerangan malam, rambu peringatan, marka temporer, barrier, hingga petugas pengatur lalu lintas.

Eri menilai koordinasi antarinstansi di Pemkot Surabaya masih lemah dan perlu diperketat. Ia juga menyoroti longgarnya pengawasan lapangan. Jika monitoring dinas terkait berjalan maksimal, kelalaian fatal seperti minimnya lampu dan absennya pembatas jalan pasti bisa dicegah sejak awal.
“Dinas terkait bukan sekadar pemberi proyek kepada pihak ketiga, tapi punya tanggung jawab melekat untuk memastikan proyek berjalan aman dan memitigasi risiko bagi warga,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Menindaklanjuti hal ini, Komisi C mendesak Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya segera mengaudit total penerapan K3 di seluruh proyek aktif. Pengawas lapangan dituntut rutin melakukan pengecekan harian, dan Pemkot diminta tegas menjatuhkan sanksi bagi kontraktor yang teledor, “Langkah ini harus cepat diambil agar pembangunan infrastruktur kota tidak kembali menelan korban jiwa,” tutup Eri. (edp)

x