Pendidikan

Dinas Pendidikan Kota Kediri Siapkan Guru Pendamping Untuk Sekolah Inklusi

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

Kepala Dinas Pendidikan Saat Membuka Sosialisasi Sekolah Inklusi
357Views

Kediri – Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Pemendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 Tentang akomodasi yang layak untuk peserta didik penyandang disabilitas pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini Formal, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi, Dinas Pendidikan Kota Kediri menyelenggarakan sosiliasi yang dihadiri oleh kepala sekolah SD dan SMP se-kota Kediri di ruang Ki Hajar Dewantara. (9/11/2023)

Anang Kurniawan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri mengatakan selain menyelengggaran sosialisasi, pihaknya juga mempersiapkan guru pendamping yang saat ini sudah ada di masing-masing sekolah dan akan diperkuat dengan guru dari SLB, “Dari seluruh total  perserta didik yang setiap tahun dia mendaftarkan melalui PPDB itu sudah bisa kita akomodir melalui sekolah inklusi ini buat mereka yang dengan ketunaan ringan, terus karena itu sudah kita terima, langggkah-langgkah kita memang menyiapkan sekolah-sekolah yang ada peserta didiknya dengan ketunaan ringan atau sekolah inklusi ini dengan pemenuhan SDM untuk mendampingi anak-anak tersebut, kami sudah bekerjasama dengan beberapa SLB”, paparnya saat ditemui di ruang kerjanya setelah membuka sosialisasi sekolah inklusi.

Anang menambahkan, sekolah-sekolah tidak menyediakan kelas khusus untuk anak inklusi, namun dalam proses pembelajaran mereka akan digabung dengan siswa yang lain, “karena beda dengan SLB jadi seolah-olah bahwa anak-anak itu tidak berbeda dengan teman-teman yang lain, tapi karena sekali lagi karena ada kekhususan itu jadi harus didampingi khusus juga”, tambahnya.

Sementara itu, Anie Swaswati, M. Pd, Koordinator sekolah inklusi untuk SMP menyampaikan, dalam proses pembelajarann sekolah inklusi membutuhkan kerjsama dari banyak pihak diantaranya kepala sekolah, guru pendampingg, dan teman-teman sekolah, “jadi yang paling penting itu memang pendampingnya, penting yang kedua adalah lingkungannya, lingkungan sesama temannya, disitu letak istimewanya ABK 9anak berkebutuhan khusus) yang ada di regular jadi harus saling peduli”, ujarnya.

Lebih lanjut, Anie menjelaskan bahwa anak-anak yang dapat mengikuti sekolah inklusi boleh mendaftar ke sekolah mana saja, namun nanti akan dilakukan assessment oleh psikolog. (edp)

x