Pendidikan

Dinas Pendidikan Kota Kediri Tingkatkan Kompetensi Guru Pendamping Sekolah Inklusi

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

Pembinaan Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
248Views

Kediri – Untuk membimbing anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi Dinas Pendidikan kota Kediri harus menyiapkan guru pendamping khusus, maka untuk itu di gelar menggelar pembinaan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dengan tajuk Strategi Guru Pintar Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus di aula Ki Hajar Dewantara. (16/11/2023)

Pelatihan yang digelar selama 2 hari tersebut, diikuti oleh 100 guru pendamping dari tingkat TK hingga SMP dengan melibatkan beberapa narasumber, diantaranya pakar sekolah inklusi, praktisi serta psikolog yang menyampaikan materi tentang  perubahan mindset terhadap anak berkebutuhan khusus, layanan bagi anak berkebutuhan khusus, teori dan keilmuan serta pelaksanaan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Anang Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kompetensi dan pemahaman guru pendamping dalam menangani anak berkebutuhan khusus, “Dari pelatihan ini, harapannya para peserta bisa memiliki pemahaman dan tambahan kompetensi bagi mereka untuk penanganan anak berkebutuhan khusus. Ditambah lagi mereka bisa menularkan ilmu yang diperoleh kepada guru-guru yang lain sehingga semuanya memiliki satu kesepahaman dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus,” pesannya.

Lebih lanjut Anang menambahkan, dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus tidak hanya di damping oleh guru pendamping tapi juga harus melibatkan guru-guru yang lain,  “Pembelajaran dan perlakuan bagi kelas yang memiliki anak berkebutuhan khusus berbeda dengan kelas biasa. Terkait dengan anak berkebutuhan khusus bukan hanya menjadi tugas dari guru pendamping, namun juga guru-guru yang lain. Hal inilah yang mulai ingin kita bangun,” jelasnya.

Ditemui pada kegiatan yang sama, Dwi Intan Pramesti salah satu guru pendamping mengungkapkan baru satu tahun dirinya ditunjuk menjadi guru pendamping. Setiap harinya, ia mendampingi satu anak berkebutuhan khusus yang ada di sekolahnya. Dwi berharap dengan mengikuti pelatihan ini dirinya bisa memahami kebutuhan masing-masing anak. “Semoga anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan kesetaraan dalam pelayanan pendidikan dan mereka bisa mengikuti kegiatan belajar dengan suasana nyaman di sekolah,” imbuhnya. (edp)

x