Pendidikan

Koentji Cinema Berupaya Tingkatkan Perfilman Lokal dengan Menggelar Kelas Film Bersama Endik Koeswoyo

495Views

Kediri – Tidak hanya sering membuat film pendek, Koentji Cinema juga rutin menggelar workshop film setiap tahun, dan pada tahun 2024 Koentji Cinema kembali menggelar workshop kelas film dengan mengundang salah satu penulis scenario layer lebar, penulis scenario sinetron, penulis scenario FTV, dan sutradara video clip bernama Endik Koeswoyo. (28/11/2024)

Workshop kelas film ini di moderatori oleh Ellya Destiara Permata, penulis scenario Koentji Cinema.  Dalam penyampaian materinya Endik Koeswoyo menceritakan pengalamannya dan berbagi ilmu tentang film kepada puluhan mahasiswa serta sineas Kediri Raya yang hadir dalam kegiatan yang bertempat di café Ewok.

Pimpinan Koentji Cinema Roma Duwi Juliandi mengatakan tujuan kegiatan ini untuk memantik sineas-sineas Kediri Raya untuk membuat film yang baik, “Tujuannya adalah memantik teman-teman muda, gen Z, milenial, kemudian film maker-film maker yang ada di kota Kediri ataupun di Kabupaten Kediri, khususnya di Kediri Raya itu lebih bisa membuat karya yang baik sehingga dari sini Koentji Cinema selalu berusaha untuk menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten”, paparnya.

Roma, yang juga sebagai sutrada Koentji Cinema mengatakan pihaknya sengajak mengundang para sineas muda dan mahasiswa untuk menciptakan regenesi perfiman di Kediri Raya, “Karena mereka konsen Koentji Cinema untuk bisa berkembang, kita mempertimbangkan generasi berikutnya, sehingga film maker atau sineas-sineas yang ada di Kediri Raya itu ada regenerasi, ada yang meneruskan, dan ada yang membuat karya agar lebih baik nantinya”, tutupnya.

Sementara itu, Endik Koeswoyo saat di temui usai memberikan materi menjelaskan bahwa kota dan kabupaten Kediri memiliki  banyak potensi yang dapat dikemas dalam film, dan dapat dijadikan nilai tawar, “di Kediri inikan sebenarnya banyak banget wisata banyak yang belum terekspos, terus secara view juga bagus, secara history disini juga bagus, sejarahnya Kediri itu sebelum Majapahit ada, artinya Kediri punya potensi yang sangat bagus”, imbuhnya.

Endik juga menjelaskan saat ini industri perfilman di beberapa daerah dapat berkembang karena adanya dukungan dari pemerintah, dan kerjasama antar komunitas sineas di daerah tersebut, “Bagaimana jualan ide, sehingga teman-teman bisa berkembang, bisa bikin film, tapi juga bermanfaat misalkan untuk pariwisata, untuk warung-warung, atau kuliner-kuliner, itu sangat mungkin, itu kita produksi menjadi sebuah film yang menarik”, tuturnya.

Workshop Kelas Film yang mengusung tema “Pengembangan Perfilman Berbasis Potensi Lokal Bagi Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Indonesia”, terlihat sangat diminati oleh peserta, hal ini terlihat pada saat Endik Koewoyo menjelaskan materi seluruh peserta memperhatiakn dengan seksama, dan saat sesi tanya jawab suasana sangat hangat karena banyak pertanyaan dari peserta, tidak hanya mengenai film tetaii juga mengenai video klip, dan penulisan novel serta puisi. (*9)

x