Kediri – Kota Kediri mengalami inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,35%, sedangkan inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 3,27%. Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar. Pada inflasi bulanan, kelompok ini memberikan andil sebesar 0,17%, sedangkan pada inflasi tahunan memberikan andil sebesar 1,33%. Hal ini disampaikan oleh Emil Wahyudiono, Kepala BPS Kota Kediri dalam ress Release Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar secara daring pada Selasa (2/6).
Pada komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih, mengalami penurunan harga disebabkan persediaan yang cukup melimpah. Sebaliknya, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit mengalami kenaikan harga. Sama seperti bulan sebelumnya, harga emas perhiasan masih konsisten mengalami penurunan akibat dampak dari kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik. Sedangkan pada barang elektronik yakni laptop/notebook dan telepon seluler terjadi kenaikan harga imbas dari naiknya harga komponen serta mahalnya harga bahan baku plastik.
Komoditas penyumbang inflasi bulanan di Kota Kediri pada bulan kelima, antara lain: cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,13%; rekreasi sebesar 0,08%; cabai merah sebesar 0,06%; sawi hijau sebesar 0,05%; angkutan udara sebesar 0,04%; kue kering berminyak, telepon seluler, laptop/notebook, bawang merah sebesar 0,03%; minyak goreng, kacang panjang, bensin sebesar 0,02%; terong, mobil, alpukat, sepeda motor, solar, kue basah, ikan Gurame sebesar 0,01%, Ada juga komoditas yang justru menjadi penghambat inflasi, antara lain: emas perhiasan andil inflasi -0,10%; daging ayam ras sebesar -0,04%; telur ayam ras sebesar -0,03%; kelapa, semangka, bawang putih sebesar -0,02%; nugget, ikan nila, dan jagung manis masing-masing sebesar -0,01%,” jelas Emil.
Sementara itu penyesuaian tarif BBM non subsidi masih akan berlangsung, efek domino dari kenaikan drastis BBM pada Bulan Mei diperkirakan masih akan terasa hingga Bulan Juni. Harga tarif angkutan udara juga diprediksi masih berada di posisi atas imbas naiknya harga bahan bakar pesawat.
Untuk diketahui, pada kesempatan, Rabu (3/6) Bambang Tri Lasmono, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menjelaskan bahwa “Inflasi di bulan Mei salah satu pemicunya karena ada momentum long weekend serta Perayaan Hari Idul Adha sehingga kebutuhan untuk konsumsi makanan masyarakat melonjak. Namun untuk antisipasi kenaikan harga komoditas pangan, Pada tanggal 25 Mei 2026 Pemerintah Kota Kediri melakukan Gerakan Pangan Murah yang dilakukan di halaman Kantor Kecamatan Mojoroto. Langkah ini diambil oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri guna menstabilkan beberapa komoditas bahan pokok yang sempat ada lonjakan harga dipasaran sehingga tidak terjadi inflasi yang signifikan. Selain itu untuk bulan Juni, ada beberapa komoditas yang juga harus diwaspadai akan terjadi inflasi, yakni bawang merah, cabai rawit, sayur, dan buah dikarenakan adanya peningkatan permintaan sedangkan produksi dipengaruhi cuaca dan akomodasi transportasi. Untuk menyikapi hal tersebut diharapkan masyarakat dapat mengatur kebutuhan sehari-harinya secara bijak sehingga tidak menimbulkan gejolak. Pemerintah Kota Kediri terus berusaha untik menjaga kestabilan harga dan ketersedian bahan pokok agar tidak terjadi inflasi.” pungkasnya.




























