Kediri – Pada agenda Jumat Ngopi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa mas Dhito kembali mendengarkan aspirasi masyarakat, salah satunya dari Khoirunnisa, seorang guru TK asal desa Mranggen Kecamatan Purwoasri. (24/11/2023)
Saat menyampaikan aspirasinya, Khoirunnisa menyampaikan bahwa ia merupakan slah satu penerima insentif dan mengusulkan adanya penambahan intensif, “Saya mohon kesejahteraan dari bapak. Saya dapat insentif seratus ribu”, katanya.
Usulan tersebut langsung mendapat respon dari mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri yang menjelaskan bahwa pihaknya dan Dinas Pendidikan kabupaten Kediri telah berencana untuk menaikkan insentif bagi guru non ASN di tahun depan, dari Rp 14 milyar pada tahun 2023, pada tahun 2024 akan di tambahkan kurang lebih Rp 7 milyar, “Tahun 2023 anggaran kami Rp14 Miliar, tahun 2024 menjadi Rp 21 Miliar,” jawab Mas Dhito.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muksin lebih rinci menjelaskan, jumlah guru Tapos yang akan mendapatkan insentif ini sebanyak 1000 guru.
Sedangkan bagi guru PAUD, TK, dan Kelompok Bermain yang awalnya Rp100 ribu menjadi Rp200 ribu dan guru SD serta SMP yang mulanya Rp100 ribu naik seratus persen, “Untuk guru eks K2 dulu Rp 500 ribu naik 50 % menjadi Rp750 ribu”, ujarnya. (edp)




























