Pendidikan

Pentingnya Parenting Untuk Membentuk Anak Berkarakter Islami

136Views

Kediri—Ratusan peserta memadati Aula Masjid Agung Kota Kediri untuk mengikuti Seminar Parenting Islami bertajuk “Keluarga Tangguh, Anak Cerdas, dan Sekolah/Madrasah Unggul.” Acara tersebut merupakan hasil kerjasama kerja sama Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama yang diserahkan pelaksanaannya kepada UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini menekankan peran orang tua dan lingkungan pendidikan dalam mencetak anak bekarakter islami. (8/10/2025)

Anggota Komisi VIII DPR RI, K.H. An’im F. Mahrus, M. Pd, membuka seminar dengan menekankan bahwa membentuk keluarga tangguh harus dimulai dari menyeleksi pasangan, ​”Jika Anda memilih orang yang religius, insya Allah keturunannya akan jauh lebih baik. Ini adalah seleksi pemilihan yang luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Dr. Moh. Ilman Nafi’an, M. Pd, Dosen UIN Syekh Wasil Kediri  menyorotii belum adanya pendidikan parenting di Indonesia, dan pentingnya kerjasama guru dan orang tua dalam mendidika anak , “kau sekarang itu pertama dari undang-undang parenting dari pemerintah dulukan gak di wajibkan, khususnya di Indonesia ini penting diadakan kebijakan dari pemerintah tentang parenting serta pembiayaan sehingga wali murid atau orang tua siswa itu dialog dengan gurunya, bagaimana mendidik anaknnya secara bersama-sama itu hanya memalui penerimaaan raport saja, atau forum wali santri yang siifatnya sangat terbatas, kadang setahun sekali, kadang setahun 2 kali, itu sangat sedikit padahhal permasalahan anak di sekolah, di pesantren itu sangat kompleks sehingga harus ada pertemuan rutin parenting, baik di kemas dengan pengajiann, atau apalah yang penting durasi ya minimal 1 tahun itu 10 kali, 12 kali, itu cukup”, paparnya.

Pihaknya juga mengimbau orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak agar teknologi justru membantu kelancaran dalam mencari ilmu, bukan membawa dampak negatif. K.H. An’im juga menekankan tiga inti pendidikan yang harus diajarkan: akhlakul karimah, ketakwaan, dan keikhlasan, agar anak tetap dibutuhkan di era di mana mesin seperti Google tidak memiliki hati.

​Seminar ini ditutup dengan harapan besar bahwa kolaborasi antara keluarga, sekolah berkualitas, dan pengawasan orang tua yang cerdas akan menghasilkan generasi yang tangguh, cerdas, dan siap menyambut Indonesia Emas 2045. (edp)

x