Ekonomi

Bank Indonesia Dorong Tumbuhkan Ekonomi Kota Kediri Melalui Event

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

485Views

Kediri – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri menyelenggarakan HARMONI (Hadir Untuk Membangun Kolaborasi, Edukasi, dan Sinergi). Dalam kegiatan tersebut Bank Indonesia KPw. Kediri membahas pertumbuhan perekonomian di wilayah kerja Bank Indonesia Kpw. Kediri, diantaranya kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kota Blitar, kabupaten Blitar, Kabupaten Pacitan, kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi. Dalam kegiatan yang bertempat di Tempat Bercakap Kopi Kediri ini, Bank Indonesia KPw Kediri mengundang puluhan jurnalis. (14/4/2026)

Dalam HARMONI tersebut, pembahasan di fokuskan kepada pertumbuhan ekonomi di kota Kediri. Berdasarkan data, kota Kediri menempati posisi terendah dalam delta pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja Bank Indonesia Kpw. Kediri. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah kerja Kpw Kediri adalah Kabupaten Pacitan.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Deasi Surya Andarina, mengatakan bahwa jika melihat wilayah kota Kediri yang terdiri dari 3 Kecamatan, membuat kota kediri tidak bisa berekspasi ke sektor pertanan atau industri, tetapi kota Kediri dapat mendatangkan banyak wisatawan, atau pendatang dari luar kota memalui ekonomi kreatif, “ekonomi kreatif juga bisa dari film, dari art, musik, ada sejarah, budaya, jadi gimana di Kediri bisa ada ekonomi kreatif “, tuturnya.

Deasi Surya Andarina menambahkan, untuk meningkatkan ekonomi dibutuhkan kerjasama, “kalau secara indivisual mungkin kecil ya, kita mungkin 1 orang akan membeli dalam tanda kutip cuma sepuluh ribu, tapi kalau secara kolektif, banyak, dan itu bisa berdampak, kalau menurut saya, karena itu yang mungkin paling mudah, tidak perlu harus mendatangkan investor untuk mendirikan pabrik, tidak perlu membuka lahan, dan lain sebagainya”, paparnya.

Lebih lanjut, Dea sapaan akrabnya, menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap kenaikan harga komuditas global, terutama emas, yang harganya melonjak karena politik dunia. Selain itu, adanya kemarau panjang, cuaca ekstrem yang berpotensi menganggu pasokan bahan pangan sehingga dapat menyebabkab kenaikan harga. (edp)

x