Ekonomi

Kota Kediri Catat Deflasi April, Terendah dari Jatim dan Nasional

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

286Views

Kediri – Tren harga konsumen di kota Kediri menunjukkan pelandaian signifikan memasuki bulan April 2026. Pernyataan tersebut, bersumber dari data terbaru yang disampaikan oleh Emil Wahyudiono, Kepala BPS Kota Kediri. Kota mengalami deflasi sebesar 0,12% (m-to-m) setelah melewati masa puncak konsumsi Hari Raya Idul Fitri. Angka deflasi ini menempatkan Kota Kediri di posisi yang lebih stabil dibandingkan rata-rata Jawa Timur yang mengalami inflasi 0,02% maupun Nasional dengan inflasi 0,13%. Sementara itu, untuk inflasi tahunan (y-to-d), Kota Kediri berada di angka 2,55%, tetap lebih rendah daripada rata-rata provinsi sebesar 2,85%. (4/5/2026)

Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, mengungkapkan bahwa turunnya harga didorong oleh normalnya kembali permintaan masyarakat terhadap komoditas pokok pasca-lebaran. Beberapa poin penting dalam catatan BPS meliputi:

Komoditas Penekan Harga: Daging ayam ras (-0,22%), emas perhiasan (-0,19%), dan cabai rawit (-0,17%) menjadi penyumbang utama deflasi. Selain itu, harga telur ayam, angkutan antarkota, bawang-bawangan, serta daging sapi juga mengalami koreksi harga.

Penurunan Harga Emas: Pelemahan harga emas global yang dipicu oleh dinamika ekonomi internasional dan konflik geopolitik turut memberikan andil pada deflasi di daerah.

Tarif Transportasi: Tarif kereta api dan bus antarkota telah kembali ke harga normal setelah sempat naik saat momentum mudik.

Emil juga mengatakan terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai terjadi pada Bulan Mei 2026, antara lain: ketersediaan beras, telur ayam ras, daging ayam ras, serta komoditas bahan pangan lainnya perlu diperhatikan akibat pengaruh cuaca dan permintaan selama Mei 2026. Pada bulan ini juga terjadi banyak libur panjang yang diperkirakan mobilitas masyarakat akan meningkat. Sementara itu penyesuaian tarif BBM non subsidi masih akan berlangsung, efek domino dari kenaikan drastis BBM pada bulan April diperkirakan masih akan terasa hingga Mei. Lain halnya dengan emas yang diprediksi masih mengalami penurunan sebagai dampak dari konflik geopolitik yang masih terjadi. Pada bidang teknologi perlu diwaspadai terjadinya kenaikan harga laptop, ponsel, dan suku cadang.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian selaku Sekretaris TPID Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono pada (5/5/2026) menyampaikan bahwa Kota Kediri selama bulan April terdapat beberapa komoditas khususnya kelompok volatile food yang mengalami deflasi, “Hal ini karena upaya dan strategi yang telah dilaksanakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri seperti sidak ketersediaan bahan pangan, pencatatan/pemantauan harga harian serta koordinasi dengan lintas stakeholder sehingga harga komoditas pangan dapat terkendali. Sedangkan untuk kenaikan harga makanan jadi disebabkan karena naiknya harga bahan baku plastik sehingga berdampak pada meningkatnya harga jual. Selain bahan pokok ada beberapa hal juga yang harus diwaspadai bakal terjadi inflasi pada bulan Mei ini dikarenakan banyak hari libur dan long weekend yang akan dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian atau liburan”, paparnya. (edp)

x