Ekonomi

Gus Qowim Dukung Pendirian Galeri Investasi BEI untuk Tingkatkan Literasi Pasar Modal

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

355Views

Kediri – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mendukung pencanangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pembukaan 500 rekening efek sebagai upaya meningkatkan literasi pasar modal di masyarakat. Pencanangan tersebut dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang digelar di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM Kota Kediri, Rabu (1/7).

Dalam sambutannya, Gus Qowim mengungkapkan bahwa menjadi aparatur sipil negara (ASN) merupakan nikmat yang patut disyukuri karena memiliki pekerjaan yang memberikan kepastian, penghasilan setiap bulan, serta jaminan pensiun di masa depan. Namun, menurutnya kondisi tersebut terkadang membuat seseorang merasa terlalu nyaman sehingga belum memikirkan persiapan kesejahteraan di masa depan.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan masa produktif dengan mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi secara bijak sebagai bekal di masa mendatang.

“Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Karena masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan kita terima nanti, tetapi juga oleh keputusan yang kita ambil hari ini,” ungkapnya.

Gus Qowim menjelaskan, pasar modal memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Selain menjadi sarana investasi, pasar modal juga menjadi sumber pembiayaan bagi dunia usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan Galeri Investasi perlu dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran dan konsultasi mengenai pasar modal. Ia berharap fasilitas tersebut menjadi wadah yang aktif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, membangun budaya investasi yang sehat, serta mendukung terwujudnya masyarakat Kota Kediri yang semakin sejahtera dan melek finansial.

“Saya juga berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga program peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” jelas Gus Qowim.

Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan pencanangan Galeri Investasi merupakan langkah strategis untuk membangun budaya investasi yang sehat, legal, dan bertanggung jawab, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan pasar modal.

“Hari ini saya mengapresiasi apa yang sudah kita laksanakan. SEPMT ini dilakukan setiap tahun dan saya bersyukur tahun ini Kota Kediri terpilih dan dikunjungi OJK Pusat. Kita sama-sama ingin memperkuat literasi masyarakat khususnya di pasar modal,” imbuhnya.

Ismirani menjelaskan tingkat literasi keuangan saat ini berada di angka 66,5 persen dan inklusi keuangan mencapai 80,5 persen. Sementara itu, tingkat literasi pasar modal masih berada di angka 4,1 persen dengan tingkat inklusi sebesar 5,2 persen.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026 jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mencapai 27,75 juta investor. Sementara di Kota Kediri, hingga April 2026 jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 23.923 investor atau meningkat 29,21 persen secara year on year (yoy). Adapun nilai transaksi pasar modal di Kota Kediri telah mencapai Rp1,5 triliun atau tumbuh 116,67 persen secara year on year.

“Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi semakin meningkat. Menjadi modal penting dalam membangun investasi yang sehat di Kota Kediri. Jumlah investor yang bertambah juga harus diimbangi dengan kegiatan literasi,” jelasnya.

Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Naomi Tri Yuliani, Kepala Wilayah PT Bursa Efek Indonesia Jawa Timur Cita Melisa, serta Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia Mauldy R. Makmur. Kegiatan ini diikuti perwakilan ASN, PKK, serta gabungan organisasi wanita.

Turut hadir Kepala Direktorat Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Bayu Samudro, Ketua TP PKK Faiqoh A.M. Qowimuddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hery Purnomo, Kepala Unit 2 Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia Nur Rahma Handayani, Branch Manager BNI Sekuritas Cabang Malang Edith, serta tamu undangan lainnya. (mmp)

x