Ekonomi

Gerakan Pangan Murah, Pemkot Kediri Jaga Stabilitas Harga Pangan

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

109Views

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama lima hari, mulai Senin (20/7) hingga Jumat (24/7). Kegiatan ini merupakan upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Gerakan Pangan Murah diselenggarakan di lima lokasi berbeda. Pada Senin (20/7) bertempat di Balai Kelurahan Bangsal, Selasa (21/7) di Balai Kelurahan Banjarmlati, Rabu (22/7) di area Balai RW 1 Kelurahan Kaliombo, Kamis (23/7) di Balai Kelurahan Bawang, dan Jumat (24/7) di SMPN 1 Kediri dalam rangka memperingati HUT Palasari.

Kepala DKPP Kota Kediri Un Ahmad Nurdin menjelaskan, pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut atas surat Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga pangan di tengah masyarakat, khususnya setelah periode pendaftaran sekolah yang diperkirakan memengaruhi daya beli masyarakat. “Kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama lima hari sebagai tindak lanjut arahan dari Bapanas sekaligus untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Un, Selasa (21/7).

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Kediri menggandeng berbagai mitra. Perum Bulog menyediakan beras medium SPHP, PG Meritjan memasok gula konsumsi, PT SMS menyediakan minyak goreng, Perumda Pasar Joyoboyo menyediakan aneka cabai, sedangkan petani dan peternak mitra DKPP menyediakan berbagai komoditas, seperti sayuran hidroponik, telur ayam, dan susu kambing.

Menurut Un, seluruh komoditas yang dijual pada kegiatan tersebut dibanderol di bawah atau maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar, terutama saat terjadi keterbatasan pasokan yang berpotensi memicu kenaikan harga. “Di setiap lokasi kami menyiapkan sekitar 400 paket sembako. Sementara untuk komoditas lainnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak membatasi jumlah pembelian, namun kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Kota Kediri,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun menimbun bahan pangan. Sebab, ketersediaan pangan di Kota Kediri hingga saat ini masih dalam kondisi aman. “Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan karena stok pangan di Kota Kediri aman,” tambahnya.

Salah satu warga Kelurahan Tamanan, Nika, mengaku mengetahui informasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah melalui akun Instagram Pemerintah Kota Kediri. Pada kesempatan tersebut, ia membeli beras, aneka cabai, dan bawang.

Menurutnya, harga komoditas yang dijual dalam GPM lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran tanpa mengurangi kualitas produk. Karena itu, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. “Harganya lebih murah tetapi kualitasnya tetap bagus, jadi sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur. Saya hampir selalu datang kalau ada GPM karena lokasinya mudah dijangkau dan bisa berbelanja lebih hemat,” ungkapnya.

Nika berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. (mmp)

x