Menghadapi tantangan pengendalian inflasi yang multidimensi, dibutuhkan kerja sama yang erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID) untuk menghasilkan inovasi dan sinergi kebijakan. Untuk itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Ngawi menggelar acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan tema Sinergi dan Inovasi untuk Ketahanan Pangan Melalui Program Pertanian Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Lumbung Pangan Digital di Dusun Jati, Desa Jatirejo, Kabupaten Ngawi (15/3).
Acara dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Moch. Choirur Rofiq; Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono; Kepala DPKP Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya; jajaran Forkopimda Ngawi; perwakilan Badan Pangan Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) Ngawi, Bulog Madiun, akademisi, serta anggota gapoktan dan koperasi di Ngawi dan sekitarnya.
Acara GNPIP 2023 di Ngawi merupakan wujud keberlanjutan 7 (tujuh) program unggulan GNPIP yang sebelumnya telah dicanangkan pada tahun 2022 dan diperkuat pada tahun 2023. Selain pencanangan program unggulan GNPIP, turut dilaksanakan prosesi tradisi methil sebagai local wisdom wujud syukur dan doa agar hasil bumi semakin melimpah demi kesejahteraan masyarakat, serta panen raya padi.
Melalui strategi 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif), tujuh program unggulan GNPIP terdiri dari (1) Dukungan pelaksanaan kegiatan operasi pasar murah dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), (2) Penguatan ketahanan pangan strategis, diantaranya mendorong pertanian ramah lingkungan (ecofarming) dan pemanfaatan pupuk organik, (3) Perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), (4) Dukungan untuk subsidi ongkos angkut, (5) Peningkatan pemanfaatan Alat Produksi Pertanian (Alsintan) dan Sarana Produksi Pertanian (Saprotan), (6) Penguatan infrastruktur Teknologi, Informasi, Komunikasi (TIK), diantaranya pengelolaan Lumbung Pangan Digital, serta (7) Penguatan koordinasi dan komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.
Program unggulan ini disusun mengacu pada peta jalan pengendalian inflasi 2022-2024 dan strategi pengendalian inflasi GNPIP 2023 yang mengedepankan upaya stabilitas harga yang bersifat struktural, forward looking, dan berbasis digital untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Moch. Choirur Rofiq, menekankan penguatan sinergi dan inovasi TPID dalam GNPIP telah berhasil mengendalikan tekanan inflasi pangan pada 2022 dan diharapkan semakin optimal di tahun 2023. Ngawi menjadi daerah sentra produksi beras terbesar di Jawa Timur mencapai 818,62 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) per tahun, dengan produktivitas dan surplus terbesar secara nasional. Untuk itu, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemda), dan seluruh anggota TPID yang didukung oleh Badan Pangan Nasional, mendorong pentingnya inovasi pengelolaan lumbung pangan melalui digitalisasi.
Sistem Pengelolaan Lumbung Pangan Digital (LumbungPangan.id) merupakan sebuah warehouse management system yang bertujuan untuk menjaga ketahanan dan ketersediaan pangan dengan melibatkan peran aktif petani melalui penyediaan Cadangan Beras Pemerintah (CPP) dan sistem tunda jual yang terdokumentasi secara digital, keterpantauan data stok secara real-time, serta menjadi tools Pemda untuk melakukan intervensi harga jika diperlukan melalui operasi pasar murah.
Sistem ini dapat mencantumkan informasi tentang stok gabah yang tersimpan, kapasitas lumbung, data keluar-masuk gabah secara bulanan, simpanan gabah setiap wilayah dan setiap petani. Data anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) juga tersimpan dalam aplikasi, sehingga dapat diketahui jumlah dan profilnya di setiap wilayah.
Manfaatnya, petani dapat mengakses secara real-time jumlah simpanan mereka di dalam lumbung, serta dapat menambah credit scoring ketika mengajukan pembiayaan atas dasar rekaman data tersebut. Pemda juga dapat mengakses persediaan gabah di lumbung sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk intervensi harga melalui operasi pasar murah.
Sejalan dengan itu, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengapresiasi sinergi dan koordinasi yang solid dari TPIP dan TPID Ngawi untuk menjaga ketahanan pangan, tidak hanya di Ngawi, tapi juga memasok kebutuhan pangan nasional. Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1444H, TPID Ngawi memiliki komitmen untuk melanjutkan gelaran operasi pasar murah agar harga pangan strategis tetap terjangkau. Selain itu, TPID Ngawi terus mendorong dan memperluas implementasi pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan pupuk organik, serta memiliki kepedulian tinggi untuk mencetak generasi baru petani dalam program unggulan Duta Petani Millenial.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya mengajak seluruh komponen TPID Jawa Timur untuk bekerjasama mengoptimalkan implementasi GNPIP guna mengendalikan inflasi pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi menuju Jatim Bangkit. Perluasan pertanian ramah lingkungan dan pemanfaatan pupuk organik selain dapat meningkatkan produktivitas, juga untuk meningkatkan kemandirian petani agar tidak tergantung pada penggunaan pupuk kimia.
Beberapa program unggulan GNPIP yang diimplementasikan di wilayah kerja BI Kediri diantaranya berupa perluasan 4 (empat) KAD, yakni pengiriman padi organik dari Kediri ke Ngawi (Gapoktan Tawang Jaya Mulya Abadi dan Organikmat Ngompro); pengiriman bibit bawang merah dari Nganjuk ke Kulonporogo, D.I. Yogyakarta (Asosiasi Penangkaran Benih Bawang Merah dan Gapoktan Srikayangan); serta pemanfaatan kompos kandang untuk mendorong pertanian ramah lingkungan dari Blitar ke Ngawi dan Nganjuk (Koperasi Ben Giat Tani, Gapoktan Sri Mulyo Rahayu, dan Gapoktan Karya Abadi).
Disamping itu, BI Kediri juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan Lumbung Pangan Digital dan alsintan kepada Gapoktan Sumber Tani, Desa Jatirejo, Ngawi dan Gapoktan Sri Mulyo Rahayu, Desa Guyung, Ngawi.
Selanjutnya sinergi GNPIP akan terus dilakukan untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah, baik dari sisi pasokan maupun produksi mendukung ketahanan pangan nasional, daya beli, serta pemulihan ekonomi nasional.(edp)




























