Kediri – Nilai inflasi bulan Januari 2024 berada di angka -0,016%. Angka tersebut turun dari angka inflasi bulan Desember 2023 sebesar 0,17%. Bila berdasarkan data inflasi Kota Kediri (yoy) berada di angka 2,64% selama tahun 2023. Pencapaian angka inflasi Kota Kediri tersebut telah memenuhi target inflasi tahun 2023 yang telah ditetapkan yaitu sebesar 3,0% ± 1%. Pada tahun ini sasaran inflasi nasional berada pada angka 2,5% ± 1%. Maka dari itu, untuk menjaga target sasaran inflasi tahun ini, perlunya penguatan kolaborasi guna mengendalikan inflasi di Kota Kediri. Hal ini disampaikan oleh PJ Walikota Kediri Zanariah saat memimpin pimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri tahun 2024 di Ruang Kilisuci Grand Surya Hotel.
Kegiatan tersebut membahas tentang kondisi inflasi beserta komoditas penyumbang inflasi bulan Januari 2024 di Kota Kediri serta menyiapkan strategi menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri agar tidak terjadi inflasi.
Pada bulan Januari 2024, beberapa komoditas penyumbang inflasi di Kota Kediri yakni tomat, beras, bawang putih, bawang merah dan lainnya. Kenaikan harga beras juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia dan diprediksi akan berlangsung hingga Maret 2024 atau menjelang puasa.

Zanariah menjelaskan, harga beberapa komoditi mengalami penurunan namun pihaknya tetap berpesan kepada masyarakat agar tetap waspada, “per tanggal 27 Februari 2024 harga beras menunjukkan penurunan di angka Rp 12.897/Kg. Harga ini lebih rendah dari sebelumnya di tanggal 13 Februari 2024 yang mencapai Rp 13.143/Kg. Harga beras di tanggal tersebut merupakan harga tertinggi dalam periode 1 Januari – 27 Februari 2024. Walaupun terjadi penurunan harga namun tetap perlu waspada untuk mengambil kebijakan dengan cepat dan tepat,” tuturnya.
Untuk diketahui, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan pemerintah kota Kediri telah menyiapakn beberapa strategi untuk menghadapi inflasi, diantaranya melakukan operasi pasar di bulan Ramadan selama sembilan hari di tiga titik tiap harinya. Kedua, juga akan melakukan program balik gratis dengan disediakan tiga armada oleh Dinas Perhubungan. Terakhir, sosialisasi normalisasi belanja bijak. Perlunya kampanye belanja bijak di berbagai media agar masyarakat tidak punic buying saat momen tertentu. (edp)




























