Surabaya – Industri Sarang burung Walet salah satu komoditi yang menghasilkan devisa bagi negara.
Menurut Ketua Asosiasi Peternak Pedagang Sarang Walet Indonesia (APPSWI)
Ahmad Wahyudi Husein uasai acara buka puasa dengan anak yatim piatu di daerah Kertajaya Surabaya Rabu (12/4/2023) untuk tahun 2022 saja produksi sarang walet di Indonesia mencapai 1500 ton, “Menurut data untuk tahun 2022 saja kita menghasilkan 1500 Ton. Kalau di rupiahkan harganya khan per kilonya Rp 15 samapi 25 juta ya…. dikalikan kalkulatir aja ga bisa karena kebanyakan nolnya, triliunan, “ujar Ahmad.

Ahmad menambahkan sasaran ekspor sarang walet ini masih didominasi ke Tiongkok, “Untuk pasar.dunia itu 80 % yang membutuhkan itu masih tiongkok.Dan ekspor paling besar dari Indonesia . Dan itu masih sangat besar,Tiongkok itu masih butuh 6000 ton. Dan itu kita masih di TIongkok bagian Selatan, itu belum untuk Tiongkok utara. Jadi masih sangat besar,” tambah Ahmad.
Ahmad menambahkan untuk tahun 2023 ini targetnya akan bertambah sebanyak 20 % dari tahun sebelumnya, “Untuk target tahun 2023 ini akan tambah sebanyak 20 %, “ujarnya

Namun Ahmad mengatakan masih banyaknya regulasi yang masihbtumpang tindih untuk APPWSI bergerak, ” Nah ini….untuknpemerintah ini regulasinya tidak ramah kepada pengusaha, terutama ubtuk UMKM. Jadi aturannya tumoang tindih, yang membuat kami bingung. Aturanya tudak jelas, tambah Ahmad.
Untuk itu dirinya sebagai ketua APPSWI meminta pemerintah untuk memperhatikan masalah regulasi ini, “Kami minta untuk aturannya disederhanakan. Cukuplah satu pintu saja.” pungkas Ahmad. (ho)




























