Hukumnasional

Operasi BKC Ilegal: Petugas Temukan 6.896 Batang Rokok Tanpa Pita Cukai

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

266Views

Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Kediri serta Polres Kediri Kota berhasil mengamankan 6.896 batang rokok ilegal dalam operasi terpadu pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang dilaksanakan pada 1 hingga 2 Juli 2026. Rokok tanpa pita cukai tersebut ditemukan di empat lokasi yang tersebar di wilayah Kota Kediri.

Kepala Satpol PP Kota Kediri, Paulus Luhur Budi menjelaskan hasil operasi menunjukkan rokok ilegal masih beredar di seluruh wilayah kecamatan di Kota Kediri. Empat lokasi yang menjadi sasaran penindakan terdiri atas dua tempat di Kecamatan Kota, satu tempat di Kecamatan Pesantren, dan satu tempat di Kecamatan Mojoroto.

“Temuan ini menunjukkan masih adanya masyarakat yang mengedarkan rokok ilegal. Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi menjual, menerima, maupun mengedarkan rokok ilegal karena tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum,” ujarnya saat press release hasil penindakan operasi pemberantasan BKC ilegal di ruang rapat KPPBC TMC Kediri, Kamis (2/7).

Paulus menambahkan, para pelaku umumnya memasarkan rokok ilegal melalui toko kelontong. Operasi gabungan dilaksanakan secara mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan sebelumnya dengan sasaran toko kelontong, lapak penjual, serta lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran rokok ilegal.

Sementara itu, Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama KPPBC TMC Kediri, Moh Rifai menegaskan pihaknya terus berkomitmen memerangi peredaran barang kena cukai ilegal sebagai upaya melindungi penerimaan negara dari sektor cukai. Dari hasil penindakan tersebut, nilai barang yang diamankan mencapai Rp10.464.560 dengan estimasi potensi kerugian negara sebesar Rp6.842.689.

Selain melakukan penindakan, Bea Cukai Kediri bersama Satpol PP Kota Kediri juga terus memperkuat langkah preventif melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, baik secara tatap muka maupun melalui media daring dan media cetak.

“Kami berharap peredaran rokok ilegal dapat terus ditekan bahkan dihilangkan, sehingga tidak lagi menimbulkan kerugian bagi negara. Seluruh barang hasil penindakan akan diproses sesuai ketentuan Undang-Undang Cukai yang berlaku,” jelasnya.

Moh Rifai juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan maupun memperjualbelikan rokok ilegal karena selain merugikan negara juga berdampak buruk terhadap kesehatan. Masyarakat yang mengetahui adanya indikasi penjualan rokok ilegal diharapkan segera melaporkannya kepada Kantor Bea Cukai Kediri melalui media sosial atau WhatsApp di nomor 081335672009 dan 1500225. (mmp)

x