Kediri – Setelah 1 bulan mendalami kasus pengeroyokan hingga korban meninggal dunia yang terjadi pada tanggal (4/10/2023) dini hari, Polres Kediri kota berhasil menangkap 4 tersangka. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kediri kota, AKBP Teddy Chandra dalam kegiatan press rilis yang digelar di halaman mako Polres Kediri Kota. (4/11/2023)
Kapolres Kediri kota, AKBP Teddy Chandra , “dalam perkara ini kita sudah memeriksa sebanyak 24 orang saksi, kemudian untuk pelaku yang berhasil ditangkap ada 4 tersangka, satu BYR (18) pelajar, kemudian tersangka dua SBS (19) pelajar, yang ketiga MBM (18) pelajar, dan yang keempat AA (19) pelajar”, ujarnya.
baca juga: https://www.thejavapost.id/polisi-akan-usut-kasus-meninggalnya-anggota-psht-unp/
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kediri kota AKP. Nova Indra menjelaskan tentang motif pengeroyokan yang berujung kematian tersebut, “karena mungkin terpengaruh oleh alkohol, kemudian mereka seolah-olah dilihat lalu di lirik-lirik oleh korban dan teman-temannya sehingga dari para pelaku ini merasa tidak terima kemudian mendatangi, dan kemudian melakukan pemukulan” paparnya.
Saat ditanya mengenai organisasi keempat tersangka AKP. Nova Indra menjelaskan bahwa keempat tersangka tidak mengikuti organisasi apapun, “untuk organisasi yang lain-lain tidak ada, jadi 4 orang murni tidak masuk dalam organisasi apapun”, pungkasnya.
Untuk diketahui, dari 4 tersangka, 1 diantaranya merupakan warga kota Kediri, dan 3 lainnya merupakan warga Kabupaten Kediri.

Selain kasus tersebut, dalam press rilis ini Polres Kediri kota juga mengungkap 4 kasus lainnya, diantaranya 2 kasus pencabulan anak, yang salah satunya dilakukan oleh anak dibawah umur, hingga saat ini korban hamil 7 bulan. (edp)




























